PotretNews.com Rabu 21 Februari 2018

Inilah Profil Lengkap 12 Kabupaten dan Kota di Provinsi Riau

Inilah Profil Lengkap 12 Kabupaten dan Kota di Provinsi Riau

Peta wilayah Provinsi Riau.

Senin, 16 November 2015 02:45 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah pulau Sumatera. Provinsi ini terletak di bagian tengah pantai timur Pulau Sumatera, yaitu di sepanjang pesisir Selat Melaka.Hingga tahun 2004, provinsi ini juga meliputi Kepulauan Riau, sekelompok besar pulau-pulau kecil (pulau-pulau utamanya antara lain Pulau Batam dan Pulau Bintan) yang terletak di sebelah timur Sumatera dan sebelah selatan Singapura.

Kepulauan ini dimekarkan menjadi provinsi tersendiri pada Juli 2004. Ibu kota dan kota terbesar Riau adalah Pekanbaru. Kota lainnya yakni Dumai, Selatpanjang, Bagansiapiapi, Bengkalis, Bangkinang dan Rengat.

Riau saat ini merupakan salah satu provinsi terkaya di Indonesia, dan sumber dayanya didominasi oleh sumber alam, terutama minyak bumi, gas alam, karet, kelapa sawit dan perkebunan serat.

Ads
Berikut profil lengkap kabupaten dan kota di Provinsi Riau:
No. Kabupaten/Kota Ibu kota
1 Kabupaten Bengkalis -- Bengkalis
2 Kabupaten Indragiri Hilir -- Tembilahan
3 Kabupaten Indragiri Hulu -- Rengat
4 Kabupaten Kampar -- Bangkinang
5 Kabupaten Kuantan Singingi -- Telukkuantan
6 Kabupaten Pelalawan -- Pangkalankerinci
7 Kabupaten Rokan Hilir -- Bagansiapiapi
8 Kabupaten Rokan Hulu -- Pasirpengaraian
9 Kabupaten Siak Siak -- Sri Indrapura
10 Kabupaten Kep Meranti -- Selatpanjang
11 Kota Dumai -- Dumai
12 Kota Pekanbaru -- Pekanbaru

KOTA PEKANBARU

Nama Pekanbaru dahulunya dikenal dengan nama "Senapelan" yang pada saat itu dipimpin oleh seorang kepala suku disebut batin. Daerah yang mulanya sebagai ladang, lambat laun menjadi perkampungan. Kemudian perkampungan Senapelan berpindah ke tempat pemukiman baru yang kemudian disebut Dusun Payung Sekaki yang terletak di tepi muara Sungai Siak.

Nama Payung Sekaki tidak begitu dikenal pada masanya melainkan Senapelan. Perkembangan Senapelan berhubungan erat dengan perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Semenjak Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah menetap di Senapelan, beliau membangun istananya di Kampung Bukit berdekatan dengan perkampungan Senapelan. Diperkirakan istana tersebut terletak di sekitar Mesjid Raya sekarang. Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah mempunyai inisiatif untuk membuat Pekan di Senapelan tetapi tidak berkembang. Usaha yang telah dirintis tersebut kemudian dilanjutkan oleh putranya Raja Muda Muhammad Ali di tempat baru yaitu disekitar pelabuhan sekarang.

Selanjutnya pada hari Selasa tanggal 21 Rajah 1204 H atau tanggal 23 Juni 1784 M berdasarkan musyawarah datuk-datuk empat suku (Pesisir, Limapuluh, Tanah Datar dan Kampar), negeri Senapelan diganti namanya menjadi "Pekan Baharu" selanjutnya diperingati sebagai hari lahir Kota Pekanbaru. Mulai saat itu sebutan Senapelan sudah ditinggalkan dan mulai populer sebutan "PEKAN BAHARU", yang dalam bahasa sehari-hari disebut PEKANBARU.

Berikut daftar kecamatan di Kota Pekanbaru:

1. Bukitraya,
2. Limapuluh,
3. Marpoyan Damai,
4. Payung Sekaki,
5. Pekanbaru Kota,
6. Rumbai,
7. Rumbai Pesisir,
8. Sail,
9. Senapelan,
10. Sukajadi,
11. Tampan,
12. Tenayanraya

KABUPATEN BENGKALIS

Kabupaten Bengkalis dengan ibukota Bengkalis merupakan salah satu dari 11 kabupaten/kota di Propinsi Riau. Wilayahnya mencakup daratanbagian pesisirTimur pulau Sumatera. Secra Geografis, posisi wilayah Kabupaten Bengkalis pada posisi 2º30´-0º17´ Lintang Utara dan 100º52´-102°10´ Bujur Timur, Wilayah Kabupaten Bengkalis terdiri dari pulai dan daratan serta memiliki kawasan pesisir dan laut dengan garis pantai sepanjang 446 Km.

Kabupaten Bengkalis memiliki letak yang sangat strategis, berada di tepi alur pelayaran internasional, yang paling sibuk di dunia, yakni Selat Malaka serta berada pada kawasan segotoga pertumbuhan ekonomi Indonesia-Malaysia-Singapura (IMS-GT).

Berikut daftar kecamatan di Kabupaten Bengkalis:

1. Bantan,
2. Bengkalis,
3. Bukitbatu,
4. Mandau,
5. Rupat,
6. Rupat Utara,
7. Pinggir,
8. Siak Kecil,

KABUPATEN INDRAGIRI HULU

Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) resmi menjadi Daerah Tingkat II berdasarkan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1948.

Luas wilayah Inhu meliputi 8.198.26 km² (819.826,0 Ha) yang terdiri dari daratan rendah, daratan tinggi rawa-rawa dengan ketinggian 50-100m di atas permukaan laut

Kabupaten Indragiri Hulu terletak di 0°15’ Lintang Utara, 1°5’ Lintang Selatan, 101°10’ Bujur Timur, dan 102°48’ Bujur Timur.

Wilayah ini berbatasan, sebelah Utara denga kabupaten Pelalawan, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bungo Tebo (Provinsi Jambi), Barat dengan Kabupaten Kuantan Singingi dan sebelah Timur dengan Kabupaten Indragiri Hilir.

Berikut Daftar Kecamatan di Kabupaten Inhu:

1. Kecamatan Rengat,
2. Kecamatan Rengat Barat,
3. Kecamatan Pasir Penyu,
4. Kecamatan Peranap,
5. Kecamatan Lirik,
6. Kecamatan Kelayang,
7. Kecamatan Seberida,
8. Kecamatan Batang Gansal,
9. Kecamatan Batang Cenaku,
10. Kecamatan Kuala Cenaku,
11. Kecamatan Batang Peranap,
12. Kecamatan Rakit Kulim,
13. Kecamatan Lubuk Batu Jaya,
14. Kecamatan Sungai Lala,

KABUPATEN INDRAGIRI HILIR

Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) resmi menjadi Daerah Tingkat II berdasarkan Undang-undang No. 6 Tahun 1965 tanggal 14 Juni 1965 (LN RI No. 49).

Inhil terletak di pantai Timur pulau Sumatera, merupakan gerbang selatan Provinsi Riau, dengan luas daratan 11.605,97 km² dan peraiaran 7.207 Km² berpenduduk kurang lebih 683.354 jiwa yang terdiri dari berbagai etnis, Indragiri Hilir yang sebelumnya dijuluki ”Negeri Seribu Parit” yang sekarang terkenal dengan julukan “NEGERI SERIBU JEMBATAN” dikelilingi perairan berupa sungai-sungai besar dan kecil, parit, rawa-rawa dan laut, secara fisiografis Kabupaten Indragiri Hilir beriklim tropis merupakan sebuah daerah dataran rendah yang terletak diketinggian 0-4 meter di atas permukaan laut dan dipengaruhi oleh pasang surut.

Berikut daftar kecamatan di Kabupaten Inhil:

1. Reteh,
2. Kuala Enok,
3. Kuindra,
4. Tembilahan,
5. Tempuling,
6. Gaung Anak Serka,
7. Mandah,
8. Kateman,
9. Keritang,
10. Tanah Merah,
11. Batang Tuaka,
12. Gaung,
13. Tembilahan Hulu,
14. Kemuning,
15. Pelangiran,
16. Teluk Belengkong,
17. Kempas,
18. Pulau Burung,
19. Concong,
20. Sungai Batang

KABUPATEN KAMPAR

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Militer Sumatera Tengah Nomor: 10/GM/STE/49 Tanggal 9 Nopember 1949, Kabupaten Kampar merupakan salah satu Daerah Tingkat II di Propinsi Riau terdiri dari Kewedanaan Palalawan, Pasir Pangarayan, Bangkinang dan Pekanbaru Luar Kota dengan Ibu Kota Pekanbaru. Kemudian berdasarkan Undang-undang No. 12 Tahun 1956 Ibu Kota Kabupaten Kampar dipindahkan ke Bangkinang dan baru terlaksana tanggal 6 Juni 1967.

Semenjak terbentuk Kabupaten Kampar pada tahun 1949 sampai tahun 2006 sudah 21 kali masa jabatan bupati kepala daerah. Sampai jabatan bupati yang keenam (H Soebrantas S) Ibu Kota Kabupaten Kampar dipindahkan ke Bangkinang berdasarkan UU No. 12 tahun 1956.

Berikut daftar kecamatan di Kabupaten Kampar:

1. Bangkinang,
2. Bangkinang Barat,
3. Bangkinang Seberang,
4. Gunung Sahilan,
5. Kampar,
6. Kampar Kiri,
7. Kampar Kiri Hilir,
8. Kampar Kiri Hulu,
9. Kampar Timur,
10. Kampar Utara,
11. Perhentian Raja,
12. Rumbio Jaya,
13. Salo,
14. Siak Hulu,
15. Tambang,
16. Tapung,
17. Tapung Hilir,
18. Tapung Hulu,
19. XIII Kota Kampar,
20. Kampar Kiri Tengah,
21. Koto Kampar Hulu

KOTA DUMAI

Nama Dumai menurut cerita rakyat tentang Puteri Tujuh, berasal dari kata di lubuk dan umai (sejenis binatang landak) yang mendiami lubuk tersebut. Karena sering diucapkan cepat, lama kelamaan kata-kata tersebut bertaut menjadi d´umai dan selanjutnya menjadi dumai.

Pada era tahun 1930-an, Dumai merupakan suatu dusun nelayan kecil yang terdiri atas beberapa rumah nelayan. Penduduknya bertambah ketika Jepang mendatangkan kaum romusha (pekerja paksa zaman penjajahan Jepang) dari Jawa.

Berikut daftar kecamatan di Kota Dumai:

1. Dumai Kota,
2. Dumai Selatan,
3. Sungai Sembilan,
4. Medang Kampai,
5. Bukitkapur,
6. Dumai Timur,
7. Dumai Barat

KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) secara geografis, geoekonomi dan geopolitik terletak pada jalur tengah lintas sumatera dan berada dibagian selatan Provinsi Riau, yang mempunyai peranan yang cukup strategis sebagai simpul perdagangan untuk menghubungkan daerah produksi dan pelabuhan, terutama pelabuhan Kualaenok.

Dengan demikian Kabupaten Kuantan Singingi mempunyai peluang untuk mengembangkan sektor-sektor pertanian secara umum, perdagangan barang dan jasa, transportasi dan perbankan serta pariwisata.

Kabupaten Kuantan Singingi merupakan pemekaran dari Kabupaten Indragiri Hulu yang dibentuk berdasarkan UU No. 53 tahun 1999, tentang Pembentukan Kabupaten Pelalawan, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Natuna, Karimun, Kuantan Singingi dan Kota Batam. Kabupaten Kuantan Singingi terdiri dari 12 (dua belas) kecamatan dengan luas wilayah 7,656,03 km2, yang berada pada posisi antara 0000 -10 00 Lintang Selatan dan 1010 02 - 1010 55 Bujur Timur.

Berikut daftar kecamatan di Kabupaten Kuansing:

1. Benai,
2. Cerenti,
3. Gunung Toar,
4. Hulu Kuantan,
5. Inuman,
6. Kuantan Hilir,
7. Kuantan Mudik,
8. Kuantan Tengah,
9. Logas Tanah Darat,
10. Pangean,
11. Singingi,
12. Singingi Hilir

KABUPATEN PELALAWAN

Kabupaten Pelalawan dibentuk berdasarkan UU. No. 53 Tahun 1999, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Kampar, dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 12 Oktober 1999. Sementara peresmian operasionalnya dilakukan oleh Bapak Gubernur Riau pada tanggal 5 Desember 1999, dengan Pangkalankerinci sebagai Ibu Kota Kabupaten Pelalawan.

Pembentukan Kabupaten Pelalawan atas dasar kesepakatan dan kebulatan tekad bersama yang dilakukan melalui musyawarah besar masyarakat Kampar Hilir pada tanggal 11 s/d 13 April 1999 di Pangkalankerinci.

Rapat tersebut menghadirkan seluruh komponen masyarakat yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, lembaga-lembaga adat, kaum intelektual, cerdik pandai dan alim ulama. Dari musyawarah besar tersebut ditetapkan Pelalawan yang bermula dari Kerajaan Pekantua, yang melepaskan diri dari Kerajaan Johor tahun 1699 M, kemudian berkuasa penuh atas daerah ini.

Berikut daftar kecamatan di Kabupaten Pelalawan:

1. Langgam,
2. Pangkalankerinci,
3. Bandar Sei Kijang,
4. Pangkalankuras,
5. Ukui,
6. Pangkalanlesung,
7. Bunut,
8. Pelalawan,
9. Bandar Petalangan,
10. Kerumutan,
11. Telukmeranti, dan
12. Kualakampar

KABUPATEN ROKAN HULU

Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), merupakan sebuah kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Kampar, yang berdiri pada tanggal 12 Oktober 1999 berdasarkan kepada UU Nomor 53 tahun 1999 dan UU No 11 tahun 2003 tentang perubahan UU RI No 53 tahun 1999, yang diperkuat dengan Keputusan Mahkamah Konstitusi No. 010/PUU-1/2004, tanggal 26 Agustus 2004.

Kabupaten yang diberi julukan sebagai ”Negeri Seribu Suluk” ini mempunyai penduduk sebanyak 515.724 jiwa dengan luas wilayah 7.449,85 km2, dimana 85% terdiri dari dataran dan 15% rawa-rawa dan perairan.

Berikut daftar kecamatan di Kabupaten Rohul:

1. Bangun Purba,
2. Bonai Darussalam,
3. Kabun,
4. Kepenuhan,
5. Kepenuhan Hulu,
6. Kunto Darussalam,
7. Pagaran Tapah Darussalam,
8. Pendalian V Koto,
9. Rambah,
10. Rambah Hilir,
11. Rambah Samo,
12. Rokan IV Koto,
13. Tambusai,
14. Tambusai Utara,
15. Tandun,
16. Ujung Batu

KABUPATEN ROKAN HILIR

Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dibentuk dari tiga kenegerian, yaitu negeri Kubu, Bangko dan Tanahputih. Negeri-negeri tersebut dipimpin oleh seorang Kepala Negeri yang bertanggung jawab kepada Sultan Kerajaan Siak. Distrik pertama didirikan Belanda di Tanahputih pada saat menduduki daerah ini pada tahun 1980.

Setelah Bagansiapiapi yang dibuka oleh pemukim-pemukim Cina berkembang pesat, maka Belanda memindahkan Pemerintahan Kontroleur-nya ke Kota Bagansiapiapi pada tahun 1901. Bagansiapiapi semakin berkembang setelah Belanda membangun pelabuhan modern dan terlengkap dikota Bagansiapiapi guna mengimbangi pelabuhan lainya di Selat Malaka hingga Perang Dunia Pertama usai. Setelah kemerdekaan Indonesia, Rokan Hilir digabungkan kedalam Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.

Bekas wilayah Kewedanaan Bagansiapiapi yang terdiri dari Kecamatan Tanahputih, Kubu dan Bangko serta kecamatan Rimba Melintang dan Kecamatan Bagan Sinembah kemudian pada tanggal 4 Oktober 1999 ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai Kabupaten Baru di Provinsi Riau sesuain dengan Undang-undang Nomor 53 tahun 1999.

Selanjutnya dengan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2008 ditetapkan Bagansiapiapi sebagai Ibukota Kabupaten Rokan Hilir.

Berikut daftar kecamatan di Kabupaten Rohil:

1. Bangko,
2. Sinaboi,
3. Rimbamelintang,
4. Bangkopusako,
5. Tanahputih Tanjungmelawan,
6. Tanahputih,
7. Bagansinembah,
8. Pujud,
9. Simpang Kanan,
10. Pasirlimau Kapas,
11. Batuhampar,
12. Rantaukopar,
13. Pekaitan,
14. Kubu Babussalam.

KABUPATEN SIAK

Bentang alam Kabupaten Siak sebagian besar terdiri dari dataran rendah di bagian Timur dan sebagian dataran tinggi di sebelah barat. Pada umumnya struktur tanah terdiri dan tanah podsolik merah kuning dan batuan, dan alluvial serta tanah organosol dan gley humus dalam bentuk rawa-rawa atau tanah basah.

Lahan semacam ini subur untuk pengembangan pertanian, perkebunan dan perikanan. Daerah mi beriklim tropis dengan suhu udara antara 25° -- 32° Celsius, dengan kelembaban dan curah hujan cukup tinggi.

Selain dikenal dengan Sungai Siak yang membelah wilayah Kabupaten Siak, daerah ini juga terdapat banyak tasik atau danau yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan.

Sungai Siak sendiri terkenal sebagai sungai terdalam di tanah air, sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi, terutama sebagai sarana transportasi dan perhubungan.

Namun potensi banjir diperkirakan juga terdapat pada daerah sepanjang Sungai Siak, karena morfologinya relatif datar.

Selain Sungai Siak, daerah ml juga dialiri sungai-sungai lain, yaitu: Sungai Mandau, Sungai Gasib, Sungaiapit, Sungai Tengah, Sungai Rawa, Sungai Buantan, Sungai Limau, dan Sungai Bayam. Sedangkan danau-danau yang tersebar di daerah ini adalah: Danau Ketialau, Danau Air Hitam, Danau Besi, Danau.

Berikut daftar kecamatan di Kabupaten Siak:

1. Siak,
2. Sungai Apit,
3. Pusako,
4. Bungaraya,
5. Dayun,
6. Sungai Mandau,
7. Sabak Auh,
8. Mempura,
9. Kotogasib,
10. Tualang,
11. Kerinci Kanan,
12. Minas,
13. Kandis

KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) atas nama Presiden Susilo Bambang Yudoyono secara resmi melantik enam bupati dan satu wali kota daerah pemekaran, Selasa (26/05/2009) ini di Jakarta. Salah satu yang menjabat bupati daerah pemerkan baru tersebut adalah Drs Syamsuar untuk Plt Bupati Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

Pelantikan yang berlangsung di Kantor Menteri Dalam Negeri itu secara langsung juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit, Asisten I Setdaprov Riau Abdul Latif, Asisten III M Ramli Walid.

Mendagri Mardiyanto dalam amanatnya mengatakan, pemekaran wilayah diharapkan akan meningkatkan segala percepatan pembangunan, pemerataan pembbangunan serta pelayanan yang selama ini dikeluhkan akan tercapai. Sehingga pejabat yang telah dilantik ini kiranya mampu memanfaatkan tugas tersebut dengan baik.

Berikut daftar kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti:

1. Tebingtinggi,
2. Tebingtinggi Barat,
3. Rangsang,
4. Rangsang Barat,
5. Merbau,
6. Pulau Merbau,
7. Tebingtinggi Timur,
8. Putri Puyu,
9. Rangsang Pesisir. ***

loading...
(Akham Sophian)
Kategori : Potret Riau
Sumber:Riaucitizen.com, berbagai sumber
wwwwww