18 Ribu Hektar Lahan di Sumatra dan Kalimantan Masih Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 20:04 WIB
Tim Redaksi
b18-ribu-hektar-lahan-di-sumatra-dan-kalimantan-masih-terbakarbAnwar (55) saat memadamkan api seorang diri dengan alat seadanya saat api hampir melalap kebun yang ia kelola di Jalan Jenderal Sudirman Km 14, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Kamis (22/10/2026). (Foto: KOMPAS.com)

JAKARTA, POTRETNEWS.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus terjadi di enam provinsi prioritas yang berada di wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Setidaknya, total luas lahan yang masih terbakar mencapai 18 ribu hektare di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan total luas yang terbakar di wilayah Sumatra mencapai 7.219 hektare. Lahan yang masih terbakar itu berasal dari Sumatra Selatan sekitar 5.194 hektare, sementara di Jambi sekitar 2.025 hektare.

Sedangkan di Riau, BNPB tidak lagi menerima laporan karhutla sejak beberapa waktu terakhir. "Sehingga total yang kami sampaikan tadi sebesar 7.219 hektare di Pulau Sumatra, khususnya di dua provinsi Jambi maupun Sumatra Selatan," kata dia saat konferensi pers secara daring, Kamis (22/10/2026).

Sementara itu, penanganan karhutla di Pulau Kalimantan, masih difokuskan Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. BNPB mencatat, luasan lahan yang masih terbakar di ketiga provinsi itu sekitar 11.202 hektare. Berton menyatakan, di Kalimantan Tengah masih terdapat 7.938 hektare lahan yang kebakaran.

Sementara di Kalimantan Selatan terdapat 1.974 hektare terbakar dan di Kalimantan Barat sebesar 1.290 hektare. ”Sehingga totalnya tadi kami sampaikan 11.202 hektare untuk tiga provinsi tersebut," ujar dia dilansir republika.co.id.

Ia menjelaskan, penanganan karhutla di enam provinsi itu dilakukan melalui operasi satgas darat dan satgas udara. Di Sumatra, total ada 33.106 personel yang disebar untuk melakukan penanganan di Sumatra Selatan, Jambi, serta Riau.

Selain melakukan pemadaman di darat, pihaknya juga melakukan upaya water bombing, patroli, maupun operasi modifikasi cuaca (OMC), di tiga provinsi tersebut. Total terdapat 17 unit alutsista yang saat ini dikerahkan untuk penanganan karhutla di Sumatra.

Sementara di Kalimantan, total ada ada 38.772 personel yang dikerahkan untuk penanganan karhutla untuk wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Melalui udara, setidaknya terdapat 34 unit alutsista yang dikerahkan di tiga wilayah tersebut. Karhutla di Bromo hingga Raja Ampat Selain di enam provinsi itu, karhutla juga masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia lainnya.

Salah satu wilayah yang terdampak karhutla adalah Kalimantan Timur, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Berton menyatakan, terdapat 42 hektare lahan yang kebakaran di Kalimantan Timur, termasuk IKN.

Namun, berdasarkan informasi terakhir, seluruh lahan itu sudah dapat dipadamkan melalui operasi darat dan udara.

”Di IKN dan Kalimantan Timur ada sebanyak 37 hektare yang saat ini dilakukan operasi darat dan di IKN ada 5 hektare dilakukan strategi melalui darat maupun udara. Namun saat ini informasi yang terbaru kami dapatkan sudah berhasil dipadamkan," kata dia.

Sementara itu, karhutla juga terjadi di Taman Nasional (TN) Way Kambas, Lampung, dengan luas lahan terbakar mencapai 23 hektare. Sedangkan di Karanganyar, Jawa Tengah, dilaporkan terdapat 490 hektare lahan yang terbakar.

Berton menambahkan, karhutla juga dilaporkan terjadi di kawasan Gunung Sumbing, Jawa Tengah, dengan luas lahan terbakar mencapai 316,20 hektare. Sementara di TN Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, terdapat 75,37 hektare lahan terbakar.

Selain itu, kebakaran juga terjadi di Minahasa Utara (Sulawesi Utara) seluas 5 hektare, Tojo Una-Una (Sulawesi Tengah) 10 hektare, Sigi (Sulawesi Tengah) 60 hektare, Mamuju (Sulawesi Barat) 20 hektare, Maluku Utara 179,13 hektare, dan Raja Ampat (Papua Barat Daya) 23 hektare.***

Kategori : Lingkungan
wwwwww
www.amsi.or.id