Penampilan Tari Siswi SDN 014646 Desa Airtelukkiri Asahan sebagai Implementasi Nilai-Nilai Pancasila

Senin, 30 Desember 2024 08:23 WIB
bpenampilan-tari-siswi-sdn-014646-desa-airtelukkiri-asahan-sebagai-implementasi-nilainilai

Oleh Muhammad Ferdian Abdullah*

PENAMPILAN tari yang disuguhkan oleh siswi SDN 014646 Air Teluk Kiri bukanlah sekadar pertunjukan seni semata; ia merupakan sebuah fenomena pendidikan yang kaya akan implikasi pedagogis, sosial, dan kultural yang signifikan.

Analisis ekstensif terhadap peristiwa ini akan mengungkap bagaimana setiap aspek, mulai dari konsepsi awal hingga eksekusi akhir, secara mendalam dan multi-faceted merefleksikan serta memperkuat lima sila dalam Pancasila, menjadikannya sebagai contoh implementasi nilai-nilai kebangsaan yang efektif dan inspiratif dalam lingkungan pendidikan dasar.

Lebih dari itu, penampilan ini menjadi cerminan dari bagaimana pendidikan dapat berperan aktif dalam membentuk karakter siswa, menanamkan rasa cinta tanah air, dan mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.

Sila Pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa): Meskipun tidak secara eksplisit ditampilkan melalui simbol-simbol keagamaan, nilai Ketuhanan Yang Maha Esa tersirat dalam semangat syukur dan pengabdian yang mendasari seluruh proses.

Keberhasilan penampilan merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan bimbingan, yang dapat dimaknai sebagai anugerah dan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa. Proses kreatif dalam merancang koreografi, yang mungkin melibatkan inspirasi dari alam atau nilai-nilai spiritual, menunjukkan penghormatan terhadap ciptaan Tuhan.

Latihan yang tekun dan penampilan yang penuh dedikasi dapat diinterpretasikan sebagai bentuk persembahan dan pengakuan atas karunia Sang Pencipta. Lebih jauh, pemilihan tema tari yang berlandaskan nilai-nilai moral atau mengandung pesan-pesan positif akan semakin memperkuat refleksi sila pertama ini. Keberhasilan penampilan dapat dilihat sebagai bukti nyata atas rahmat dan pertolongan Tuhan.

Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab): Proses latihan dan persiapan penampilan tari menuntut kerja sama, saling menghargai, dan toleransi yang tinggi di antara siswi. Setiap individu memiliki peran dan kontribusi yang penting dalam kesuksesan penampilan. Sikap saling membantu, menghargai pendapat satu sama lain, dan menyelesaikan perbedaan pendapat dengan cara yang beradab merupakan esensi dari nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Proses ini membentuk karakter siswa yang empati, toleran, dan mampu bekerja sama dalam tim.

Keberhasilan penampilan mencerminkan keberhasilan dalam membangun kerja sama yang harmonis dan menghormati setiap kontribusi individu, tanpa memandang perbedaan latar belakang atau kemampuan.

Sila Ketiga (Persatuan Indonesia): Penampilan tari, sebagai sebuah karya kolektif yang melibatkan banyak siswi, secara intrinsik merepresentasikan semangat persatuan dan kesatuan. Siswi bekerja sama sebagai satu kesatuan yang utuh, saling mendukung, dan menunjukkan kekuatan kolektif dalam mencapai tujuan bersama. Jika koreografi menampilkan unsur-unsur budaya dari berbagai daerah di Indonesia, maka hal ini semakin memperkuat pesan persatuan dalam keberagaman.

Penampilan tersebut menjadi symbol kecil dari Bhineka Tunggal Ika, menunjukkan kekuatan dan keindahan keberagaman budaya Indonesia. Hal ini juga dapat menginspirasi rasa kebanggaan nasional dan memperkuat identitas nasional.

Sila Keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan): Proses persiapan penampilan tari melibatkan berbagai tahapan perencanaan, pengambilan keputusan, dan koordinasi yang melibatkan berbagai pihak.

Mungkin terdapat musyawarah antara guru, siswa, dan orang tua dalam menentukan tema, koreografi, kostum, musik, dan aspek-aspek lainnya. Proses pengambilan keputusan secara demokratis dan partisipatif ini mencerminkan semangat kerakyatan yang bijaksana dan bermusyawarah. Suara dan pendapat setiap pihak dipertimbangkan, sehingga keputusan yang diambil merupakan hasil kesepakatan bersama yang mencerminkan kearifan kolektif.

Sila Kelima (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia): Penampilan tari ini memberikan kesempatan yang setara bagi semua siswi untuk berpartisipasi dan mengembangkan potensi diri mereka di bidang seni. Tidak ada diskriminasi berdasarkan latar belakang sosial ekonomi, kemampuan, atau bakat. Semua siswi memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan merasakan kebanggaan dalam penampilan tersebut. Hal ini mencerminkan semangat keadilan sosial, di mana setiap individu mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi, tanpa memandang perbedaan status sosial atau kemampuan.

Ini juga menunjukkan adanya upaya untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan merata dalam kesempatan pendidikan.

Kesimpulannya, penampilan tari siswi SDN 014646 Desa Airtelukkiri bukanlah sekadar pertunjukan seni, tetapi merupakan implementasi yang komprehensif dan inspiratif dari nilai-nilai Pancasila dalam konteks pendidikan dasar.

Analisis ekstensif ini menunjukkan bagaimana setiap aspek kegiatan ini, dari perencanaan hingga pelaksanaan, secara efektif menanamkan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan, membangun karakter siswa yang berakhlak mulia, dan mempersiapkan mereka untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa.

Kegiatan ini patut diapresiasi dan dijadikan contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila dan mengembangkan potensi siswa secara holistik dan berkelanjutan.

Lebih dari itu, penampilan ini menjadi bukti nyata bagaimana pendidikan dapat berperan aktif dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berkarakter, berintegritas, dan cinta tanah air.***

*Penulis, Muhammad Ferdian Abdullah
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan

Kategori : Opini
wwwwww
www.amsi.or.id