PotretNews.com Selasa 20 November 2018

Hillary Clinton Versus Donald Trump?

Hillary Clinton Versus Donald Trump?

Hillary Clinton Versus Donald Trump (foto: abcnews.go.com)

Kamis, 03 Maret 2016 19:48 WIB
DARI hasil exit poll pemilihan pendahuluan Super Tuesday, Hillary Clinton dan Donald Trump muncul sebagai calon kuat Presiden AS dari Partai Demokrat dan Partai Republik. Ini semakin menguatkan peluang keduanya untuk saling berhadapan dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat yang digelar akhir tahun ini.Namun kemungkinan munculnya calon independen masih ada dan telah ada beberapa kandidat menyatakan diri apabila nantinya Trump yang meraih tiket Partai Republik.

Super Tuesday adalah pemilihan pendahuluan yang dilakukan kedua partai, Republikan dan Demokrat, dalam mencari kandidat calon presiden AS. Sebanyak 12 negara bagian dan 1 wilayah yang melakukan pemilihan adalah Alabama, Arkansas, Colorado, Georgia, Massachusetts, Minnesota, North Carolina, Oklahoma, Tennessee, Texas, Vermont, Virginia dan American Samoa. Calon presiden dari Republikan adalah Donald Trump, Marco Rubio, Ted Cruz, John Kasich dan Ben Carson. Sementara dari Demokrat adalah Hillary Clinton dan Bernie Sanders.

Siapa pemenang Super Tuesday diyakni akan menjadi kandidat presiden dari masing-masing partai. Hal ini berdasarkan pengalaman di berbagai Pemilu sebelumnya. Meski tidak selalu menjadi kepastian, tetapi peluangnya jauh lebih besar. Meski begitu masih ada pertarungan lanjutan sebelum ada hasil akhir dari masing-masing partai untuk memastikan siapa jagoannya dalam Pilpres nanti.

Ads
Setiap empat tahun, pemilihan Presiden Amerika Serikat digelar pada Selasa pertama bulan November. Sebelum pemilihan umum ini, negara-negara bagian mengadakan pemilihan pendahuluan untuk memilih calon-calon partai. Setelah itu, disusul konvensi-konvensi nasional. Pada 2016 ini, pemilihan umum akan dilaksanakan pada 8 November.

Konvensi Partai Demokrat dijadwalkan berlangsung selama seminggu dari 25 Juli di Philadelphia. Sementara konvensi Partai Republik berlangsung pada 18-21 Juli di Cleveland. Untuk memastikan kemenangan, seorang kandidat Partai Demokrat harus mengumpulkan suara 2.383 delegasi sementara Republik 1.237 delegasi dalam pemilihan pendahuluan yang digelar pada Februari hingga Juni mendatang.

Exit poll sementara yang dilakukan ABC News, Hillary Clinton diprediksi memenangkan pemilihan di Georgia, Virginia, Alabama, Tennessee, Arkansas, Texas, Massachussets, dan American Samoa. Sementara Sanders diprediksi memenangkan pemilihan di Vermont, Oklahoma, Colorado, dan Minnesota. Sementara itu di kubu Republikan, Trump diprediksi memenangkan pemilihan di Georgia, Vermont, Virginia, Alabama, Massachussets, Tennessee, Arkansas. Sementara Ted Cruz memenangkan pemilihan di Oklahoma dan Texas. Rubio diprediksi hanya menang di Minnesota. Hasil Alaska belum keluar.

Kandidat yang menang dalam Super Tuesday akan membuat momentum politik yang besar dan jauh meninggalkan lawan-lawannya. Akan sangat sulit bagi pesaing lainnya untuk mengejar Super Tuesday juga akan mengurangi tiga hingga lima kandidat bakal calon Presiden AS yang masih bertarung sekarang ini. Artinya akan lebih sedikit kandidat yang akan bertarung dalam panggung pemilihan Presiden AS.

Trump saat ini masih menjadi pusat perhatian karena komentar-komentarnya yang kontroversial. Bahkan, Presiden AS Barack Obama dan Menlu John Kerry mengkritiknya karena dianggap tidak mewakili nilai-nilai yang ada di AS. Pengusaha ini dianggap mengambil kesempatan dari rasa frustasi masyarakat AS terhadap sistem. Pasalnya rakyat yang tidak percaya sistem kemudian melihatnya sebagai seseorang yang bisa memerjuangkan suaranya. Beda dengan gaya Hilary Clinton yang lebih moderat karena memang telah memiliki pengalaman panjang di panggung politik AS, baik sebagai First Lady maupun Menteri Luar Negeri.

Siapapun pemenang Pilpres memang urusan dalam negeri Paman Sam tersebut. Tetapi banyak negara mengamati dengan serius apa yang terjadi di sana. Dinamika di sana selalu dimonitor dan dibahas dengan serius. Sebab siapa yang menjadi orang nomor satu akan memengaruhi kebijakan AS dalam bidang politik luar negeri, ekonomi dunia dan lain-lain. Bagaimanapun faktor AS masih diperhitungkan, termasuk bagi Indonesia. ***

Sumber:
Hariansib.co

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Opini
wwwwww