Jalin Kerja Sama dengan Pemkab Kuansing, Mahasiswa KKN Umri Diberi Pembekalan Usai Penandatanganan
Sabtu, 26 Mei 2018 19:28 WIB
Rektor Umri Mubarak (kiri) dan Bupati Kuantan Singingi, Drs Mursini menandatangani memorandum of understanding, Sabtu (26/5/2018).TELUKKUANTAN, POTRETNEWS.com - Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Dr Mubarak MSi dan Bupati Kuantan Singingi Drs Mursini menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), Sabtu (26/5/2018) di Kampus Umri di Pekanbaru. Selain itu, bupati juga memberi pembekalan untuk ratusan mahasiswa yang bakal menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2018.”Ini adalah pembekalan ketiga bagi mahasiswa yang bakal menjalani KKN. Kali ini, pembekalan dilakukan langsung oleh pak Bupati Kuansing,” kata Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Umri, M Ridha Fauzi. Menurut dia, Kuansing menjadi satu dari lima daerah sasaran KKN Umri tahun ini.
Selain Kuansing, mahasiswa juga menjalani KKN di Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis dan Kota Pekanbaru. Khusus tahun ini, peserta terbanyak memang ditempatkan di Kuansing. Ada empat kecamatan dengan 16 desa yang menjadi sasaran pengabdian mahasiswa.”Jumlah ini sesuai dengan kesepakatan bersama bupati dalam pertemuan beberapa bulan lalu,” tutur Ridha. Karena Umri konsen dalam peningkatan kualitas program KKN, maka pengarahan dari bupati sangat diperlukan. Karena kepada bupati mahasiswa dapat menyampaikan apa saja masalah yang perlu dipecahkan oleh mahasiswa ketika di lapangan.Ditambahkannya, Umri saat ini juga memiliki program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk desa binaan. Selama KKN, dosen pendamping juga berperan mengumpulkan informasi terkait kondisi masyarakat yang dapat dibantu lewat program tersebut. Sementara, untuk mahasiswa KKN, program kerja yang hendak dilakukan nanti sudah diarahkan agar sesuai dengan latar belakang akademik masing-masing. Mereka wajib membuat proposal program yang dipresentasikan dan dibedah oleh panitia untuk mengetahui layak atau tidaknya kegiatan itu dilakukan.Kemudian, di akhir masa KKN, akan ada tim monitoring dan evaluasi guna menilai program yang telah terlaksana itu. Lewat langkah ini, panitia mencari kelompok KKN yang terbaik dan ditetapkan dalam acara Umri Entrepreneur Award 2018.Selain pengabdian masyarakat, KKN Umri juga ditekankan untuk menguatkan cabang atau ranting Perserikatan Muhammadiyah di tiap daerah. ”Mungkin selama ini pengurus cabang dan ranting kurang bergerak. Jadi mahasiswa diminta menghidupkan lagi program kerja Muhammadiyah di daerah-daerah,” papar Ridha.Sementara itu, Rektor Umri mengapresiasi kesediaan Pemkab Kuansing menjalin kerja sama dengan Umri. Dia berharap, MoU yang sudah dilakukan memberi manfaat yang dapat dirasakan oleh kedua belah pihak. Jadi tidak sekadar dirasakan satu pihak saja.”Rata-rata setelah MoU, yang mengambil manfaat adalah perguruan tinggi. Karena perguruan tinggi memang sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Namun, dalam MoU ini, Pemkab Kuansing juga diharap menerima manfaat dari Umri,” kata Mubarak.Untuk itu, Pemkab perlu mengarahkan output seperti apa yang diharapkan atau dibutuhkan di Kuansing. Kemudian, mahasiswa dan dosen didorong berkontribusi bagi Kuansing. Salah satunya melalui KKN. Lewat KKN, mahasiswa diharap mampu memahami berbagai masalah di lapangan dan menyelesaikannya.Selain KKN, Rektor juga menyampaikan kepada pemkab terkait adanya program Umri untuk membantu mahasiswa yang tidak mampu. Untuk itu, pemerintah daerah diberi ruang untuk mengirimkan calon mahasiswa dalam mengikuti program bidik misi.”Peserta bidik misi ini terus meningkat sesuai dengan semakin baiknya kualitas Umri. Apalagi semua program studi terakreditasi B berhak mengajukan jumlah mahasiswa bidik misinya,” kata rektor.Di samping itu, Mubarak juga menjelaskan tentang arah pengembangan kurikulum di Umri yang sudah berbasis digital. Hal itu disesuaikan dengan era revolusi industri 4.0 yang membuat segalanya terkoneksi secara digital. Sebagai kampus teknopreneur, Umri juga bisa berkontribusi besar pada pemerintahan.”Memang tidak harus mendorong lulusan Umri menjadi PNS. Tapi, alumnus Umri bisa berkontribusi dengan melakukan berbagai hal untuk membantu pemerintahan,” paparnya.Sementara itu, Bupati Kuansing, Mursini menyambut positif MoU yang sudah ia tandatangani bersama Umri. Dia berharap, MoU ini menjadi langkah awal untuk menggandeng Umri dalam mencari kerjasama apa yang perlu dilakukan di Kuansing.”Kami akan lihat fakultas apa yang bisa bekerja sama untuk membantu daerah. Misalnya untuk menngembangkan tekonologi informasi di Kuansing,” katanya.Mursini juga menegaskan, bahwa pihaknya siap memberi rekomendasi terkait desa mana saja yang Perserikatan Muhammadiyahnya perlu dikembangkan. Untuk ini, pihaknya mengaku akan menyampaikan kepada pengurus Muhammadiyah di Kuansing. ***
Selain Kuansing, mahasiswa juga menjalani KKN di Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis dan Kota Pekanbaru. Khusus tahun ini, peserta terbanyak memang ditempatkan di Kuansing. Ada empat kecamatan dengan 16 desa yang menjadi sasaran pengabdian mahasiswa.”Jumlah ini sesuai dengan kesepakatan bersama bupati dalam pertemuan beberapa bulan lalu,” tutur Ridha. Karena Umri konsen dalam peningkatan kualitas program KKN, maka pengarahan dari bupati sangat diperlukan. Karena kepada bupati mahasiswa dapat menyampaikan apa saja masalah yang perlu dipecahkan oleh mahasiswa ketika di lapangan.Ditambahkannya, Umri saat ini juga memiliki program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk desa binaan. Selama KKN, dosen pendamping juga berperan mengumpulkan informasi terkait kondisi masyarakat yang dapat dibantu lewat program tersebut.





















