PotretNews.com Rabu 19 September 2018
Home > Berita > Riau

Polda Riau Selidiki Rekam Jejak Seorang Warga Pekanbaru yang Terindikasi Terlibat Jaringan Teroris Internasional

Polda Riau Selidiki Rekam Jejak Seorang Warga Pekanbaru yang Terindikasi Terlibat Jaringan Teroris Internasional

Kapolda Riau Irjen Zulkarnain Adinegara. (foto: goriau.com)

Selasa, 27 Desember 2016 14:55 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah (Polda) Riau langsung menyelidiki latar belakang seorang warga Pekanbaru, yang beberapa hari lalu diamankan kepolisian Turki. Kuat dugaan, saat itu ia akan ke Suriah untuk bergabung bersama kelompok ISIS.BERITA TERKAIT:

. Terindikasi Terlibat Jaringan Teroris Internasional, Seorang Warga Riau Berusia 18 Tahun Dideportasi dari Turki

. Berikut Penjelasan Kementerian Luar Negeri soal Deportasi WNI Asal Riau dari Turki

Ads
Hal ini dikatakan Kapolda Riau, Irjen Zulkarnain, Selasa (27/12/2016) siang. "Kita sudah diinformasikan soal itu. Memang ada satu warga Pekanbaru ikut diamankan di Turki. Diduga akan ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS," jawabnya seperti dikutip potretnews.com dari GoRiau.com.

Orang tersebut kini sudah dideportasi ke Indonesia dan masih dimintai keterangan oleh aparat berwajib. "Kita selidiki, kembangkan info tersebut, bagaimana prosesnya sehingga dia bisa berangkat ke sana, bagaimana keluarganya serta latar belakangnya," beber Irjen Zulkarnain.

Kapolda memastikan sudah mengantongi semua informasi terkait pria tersebut. Selanjutnya, Polda Riau dan Polresta Pekanbaru bakal mendalami sejauh apa keterlibatan yang bersangkutan dengan kelompok ISIS, serta bagaimana prosesnya sehingga dia bisa terlibat di dalamnya.

"Masih didalami dulu, apakah dia ke sana akan bergabung dengan ISIS atau seperti apa, apa dia direkrut atau menjalankan misi kemanusian, kami masih kumpulkan keterangan," ujar Kapolda Riau Irjen Zulkarnain di Pekanbaru.

Dia mengimbau seluruh masyarakat agar selalu waspada, terutama terkait proses perekrutan untuk menjadi anggota kelompok terorisme dan radikal lainnya. "Misalnya mengajak jihad. Itu informasinya pakai sistem rekrutmen, hati-hati," tegasnya.

Seperti dibetitakan potretnews.com kemarin, Tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang terindikasi akan bergabung dengan ISIS di Suriah, dideportasi dari Turki dan telah tiba di Jakarta, Sabtu malam (24/12/2016).

Hal tersebut dikonfirmasi Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Iqbal Lalu Muhammad.

Dikutip potretnews.com dari CNNIndonesia.com yang menerima rilis dari kementerian, Minggu (25/12/2016), Iqbal menyebut bahwa KBRI Ankara secara informal menginformasikan kepada Kemlu tentang 3 WNI yang ditangkap di kota Hatay, Turki.

”Jadi belum masuk ke Suriah. Ketiga WNI tersebut diduga akan menyeberang ke Suriah untuk bergabung dengan FTF,” terang Iqbal.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), FTF adalah kependekan dari Foreign Terrorist Fighters, yakni orang yang sengaja ke luar negeri untuk bergabung bersama jaringan teroris Internasional dan kembali ke Indonesia sebagai pelaku penyebaran paham radikalisme.

Adapun ketiga WNI tersebut adalah TG (18) asal Riau, JJ (25) asal Jawa Barat, dan IR (21) dari Jakarta. Mereka bertiga berstatus pengangguran.

”Ketiga WNI tersebut langsung dideportasi via Istanbul dan tiba di Indonesia pada tanggal 24 Desember 2016,” tambah Iqbal.

Setelah mendapat informasi tersebut, Kemlu langsung berkoordinasi dengan Densus 88 Polri guna menindaklanjuti dan melakukan penjemputan ketiga WNI tersebut. “Pada tanggal 24 Desember ketiga WNI sudah tiba di Jakarta dan oleh Densus 88 langsung dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua untuk pendalaman,” ujar Iqbal.

Saat ditangkap, ketiganya hanya membawa pakaian secukupnya. Paspor yang dipegang mereka adalah paspor wisata. Saat ini Densus masih menelusuri bagaimana perekrutan anggota ISIS yang dialami tiga orang tersebut.

Iqbal menyebut, dengan pemulangan ini total 220 WNI telah dideportasi oleh Pemerintah Turki karena dugaan akan menyeberang ke Suriah sejak 1 Januari 2015. ***

Editor:
Hanafi Adrian

Kategori : Riau, Pekanbaru, Umum, Hukrim
Tour de Siak 2018
wwwwww