PotretNews.com Senin 19 November 2018
Home > Berita > Riau

Jadi Teladan, Rosmiati Bidan PTT di Pelosok Inhil Dianugerahi Gelar ”Pahlawan untuk Indonesia”

Jadi Teladan, Rosmiati Bidan PTT di Pelosok Inhil Dianugerahi Gelar ”Pahlawan untuk Indonesia”

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima kunjungan para pemenang program ”Pahlawan untuk Indonesia” yang diselenggarakan oleh MNC TV, Kamis 10 November 2016. Di antara mereka, ada bidan PTT Inhil Rosmiati (berkerudung/nomor 2 dari kanan). (foto: sindonews

Sabtu, 12 November 2016 17:28 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Sembilan tokoh dari berbagai pelosok Tanah Air menerima anugerah Pahlawan untuk Indonesia 2016. Mereka layak mendapatkan itu karena perjuangan mereka lakukan sangat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.”Ini bentuk komitmen kami menghargai tokoh-tokoh yang tidak pernah terlihat, tapi mengabdi buat masyarakat. Tanpa ada pamrih,” kata Direktur Pemberitaan MNC Group Arya Sinulingga, seusai Malam Penganugerahan Pahlawan untuk Indonesia 2016 di MNC Studios.

BACA JUGA:

. Menakjubkan! Seorang Petani Asal Kampung Pinangsebatang Barat Kabupaten Siak Jadi Pembicara Konferensi Tingkat Tinggi PBB Perubahan Iklim di Maroko

Ads
. Kisah Komaryatin, Guru Perempuan di Siak yang Sering Mengayuh Sepeda Ontel Butut Selama 3 Hari untuk Hadiri Perjalanan Dinas di Pekanbaru

. Kisah Hebat Pak Samsudin, Mengayuh Sepeda Keliling Indonesia Cuma buat Mendongeng untuk Anak

. Inspiratif, Kisah Kakek yang Jauh-jauh Datang dari Pelosok Bengkalis ke Pekanbaru demi Ikut Ujian Paket C

. Kisah Bripka Juni Sukri, Anggota Polres Rohul yang Bertugas di Balik Pegunungan tanpa Jaringan Komunikasi

Dia mengatakan, sebagai media, MNC berusaha mencari dan mengangkat sosok-sosok yang bermanfaat bagi masyarakat. Dia berharap apa yang telah dilakukan kesembilan tokoh itu mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat.

”Kami harap ada tindak lanjut dari pemda dengan perjuangan yang sudah mereka lakukan,” ujarnya sebagaimana dikutip potretnews.com dari sindonews.com.

Arya mengatakan, program penghargaan yang digelar MNC Group untuk kelima kalinya itu akan terus berkelanjutan. Bahkan, seleksi tahun depan akan dilaksanakan jauh lebih baik. ”Tahun depan akan ada tokoh lainnya. Bahkan, ada masukan perlunya pahlawan pluralisme,” ungkapnya.

Yang jelas, kesembilan kategori Pahlawan untuk Indonesia itu terdiri atas Pahlawan Lingkungan, Pemberdayaan, Pendidikan, Kesehatan, Olahraga, Pelayanan Publik, Pertanian, Budaya, dan Inovasi Teknologi.

Di bidang pendidikan ada Rosa Dahlia. Dia menjadi wanita muda inspiratif yang rela meninggalkan kenyamanan hidup di Pulau Jawa demi mengabdikan diri di daerah terpencil, yakni Tiom, di Papua.

Untuk kategori lingkungan adalah Ismail Mustamin asal Berau. Dia dinilai berhasil mengajak para nelayan di desanya untuk menangkap ikan dengan metode ramah lingkungan, sehingga tidak merusak ekosistem laut di taman pesisir Kepulauan Derawan.

Kemudian Rosmiati terpilih sebagai pahlawan bidang kesehatan. Bidan PTT itu melakukan terobosan untuk mengurangi angka kematian ibu melahirkan karena minimnya infrastruktur medis di pedalaman Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau. Selanjutnya, untuk kategori olahraga adalah gadis 25 tahun penyandang down syndrome, Stephanie Handojo.

Dia merupakan atlet tunagrahita yang berprestasi dan beberapa kali meraih medali emas di ajang internasional. Sementara di kategori pemberdayaan ada Yuli Sugiharti, ibu tiga anak yang berhasil mengolah kotoran sapi perah menjadi biogas dan bio-slurry. Biogas digunakan untuk memasak dan penerangan, sedangkan bio-slurry menjadi makanan cacing dan pupuk organik.

Sementara pahlawan kategori kebudayaan adalah Roesinaya, yang melestarikan kesenian Dayak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Adapun untuk kategori pelayanan publik yakni Untung Noor, pria 62 tahun yang berdedikasi membantu masyarakat sekitar menjadi relawan pemadam kebakaran.

Dia menyisihkan penghasilannya dari berjualan rokok dan bensin eceran untuk membeli mobil tua yang dijadikannya sebagai mobil pemadam kebakaran. Selanjutnya, pahlawan bidang inovasi teknologi adalah Arfian Fuadi. Dia yang menekuni dunia desain teknik secara autodidak itu berhasil memasarkan beragam layanan desainnya ke mancanegara.

Terakhir adalah pahlawan di bidang pertanian, yaitu Bahruddin asal Salatiga, Jawa Tengah. Dia diberikan penghargaan Pahlawan untuk Indonesia atas pengabdiannya mendirikan Serikat Paguyuban Petani Qoryah Thayyibah untuk memberdayakan petani dan mendorong para petani untuk mencintai pendidikan.

Rektor Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Prof Dwikorita Karnawati yang juga juri eksternal mengatakan, kesembilan pahlawan itu dinilai telah menginspirasi dan menunjukkan kegigihannya dalam mewujudkan visi mereka. “Mereka bisa melampaui apa yang dilakukan kebanyakan orang. Misalnya Rosa, yang rela meninggalkan kenyamanannya. Dia pergi dari Jawa ke Papua, dan berbaur dengan masyarakat sana,” katanya.

Juri eksternal lain, Firmanzah, mengaku beruntung bisa menemukan sembilan figur inspirator. Dia menilai mereka telah memenuhi kriteria pahlawan di era modern, termasuk bisa menjadi role model bagi masyarakat. “Mereka tidak memikirkan diri sendiri, tapi bagaimana membantu sesama tanpa pamrih. Ini yang kami perlukan saat ini,” kata Rektor Universitas Paramadina itu .

Teladan Generasi Bangsa
Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sangat mengapresiasi program Pahlawan untuk Indonesia ini. Program yang disiarkan MNC TV itu dianggap bisa menjadi motivasi dan teladan bagi generasi bangsa untuk berkarya dan berdedikasi, sehingga memberikan manfaat bagi banyak orang.

“Pahlawan itu orang yang memberikan darma bakti melebihi tugas-tugas utamanya, atau memberikan darma bakti yang memberi manfaat besar kepada masyarakat dan lingkungan,” kata JK di Istana Wapres, Rabu 9 November 2016.

JK berharap, apa yang dilakukan para Pahlawan untuk Indonesia itu bisa menjadi teladan dan kepeloporan bagi generasi bangsa yang lain.

“Kami harapkan apa yang dikerjakan meski kegiatannya kecil, tapi manfaatnya besar. Ada orang yang melakukan besar, tapi manfaatnya kecil. Ini beda, apalagi dilakukan dengan inisiatif sendiri. Karena itulah, saya ingin memberikan penghargaan dan terima kasih kepada MNC atas inisiatif ini,” jelasnya.

Penerima pahlawan pelayanan publik Untung Noor, yakni tukang ojek inspirator pemadam kebakaran, saat diberikan kesempatan berdialog dengan JK menyampaikan keluhan mengenai sulitnya upaya pemadaman kebakaran lahan di musim kemarau. Atas keluhan itu, JK mengatakan akan mengomunikasikannya dengan Badan Restorasi Gambut (BRG).

Sementara itu, Rosa kepada JK meminta perhatian pemerintah terhadap akses pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat Papua, khususnya suku Asmat, tempat dia melakukan kegiatan pendidikan.

“Saya menemukan ada satu anak yang kekurangan gizi, anak tiga tahun tapi berat badannya hanya tiga kilogram. Kami merawat karena tim medis daerah tidak bekerja, lalu penyakit seperti kusta, TBC, malaria di sana sangat mewabah. Saya mohon untuk daerah Papua, khususnya Asmat, untuk diperhatikan lagi kesehatan dan pendidikannya,” kata Rosa. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

Kategori : Riau, Inhil, Umum, Peristiwa
wwwwww