PotretNews.com Senin 21 Januari 2019

Setelah Gagal Dapat Kerja di Duri, Pelarian Pembunuh Istri Siri di Jalan Kuansing Pekanbaru Berakhir di Tebingtinggi

Setelah Gagal Dapat Kerja di Duri, Pelarian Pembunuh Istri Siri di Jalan Kuansing Pekanbaru Berakhir di Tebingtinggi

Usm, ketika berada di markas polisi di Tebingtinggi Provinsi Sumatera Utara. (foto: hetanews.com)

Kamis, 27 Oktober 2016 23:35 WIB
TEBINGTINGGI, POTRETNEWS.com – Usm, 49, tersangka pembunuh istri sirinya, Zulfa HN, 54, diringkus personel Reskrimum Polda Riau bekerja sama dengan Satreskrim Polres Tebingtinggi, Selasa (25/10) pagi.BACA JUGA:

. Tak Bisa Dihubungi, Wanita 54 Tahun Warga Jalan Kuansing Marpoyan Damai Pekanbaru Ditemukan Tewas oleh Anaknya, Tetangganya Geger

. Kuburan Ibu Paruh Baya yang Tewas di Rumahnya Jalan Kuansing Pekanbaru Dibongkar untuk Autopsi, Hasilnya: Ada Retak pada Kepala dan Bekas Cekikan di Leher Korban

. Kematian Warga Jalan Kuansing Pekanbaru Terungkap: Tersinggung karena Ancaman akan Ditinggalkan setelah Terima Uang Ganti Rugi, Bikin Pria Ini Nekat Tewaskan Sang Istri Siri

Lelaki yang berprofesi sebagai buruh bangunan ini ditangkap dari tempat persembunyiannya di kediaman sepupunya, M Ellie, di Jalan Bakti Kelurahan Satria, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi AKP Sugeng Wahyudi Santoso menerangkan, Usman warga Jalan Kuansino Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan, Pekanbaru, Riau, diduga membunuh istri sirinya, Zulfa HN, 54, di rumahnya, Kamis (13/10/2016, ditemukan tewas oleh warga pada Sabtu 15/10/2016, red). Setelah membunuh istrinya, Usman langsung kabur ke Duri dan mencoba mencari pekerjaan.

SIMAK:

. Asal Nama Jembatan Leighton Pekanbaru dan Secuil Kisah yang Mengiringinya

“Namun selama tiga hari, Usman tidak juga mendapat pekerjaan dan kabur ke Kota Tebingtinggi. Di sini dia bersembunyi di kediaman sepupunya di Jalan Bakti Kota Tebingtinggi. Saat ditangkap pelaku sedang tidur dan tidak ada perlawanan,” terang AKP Sugeng Wahyudi sebagaimana dikutip potretnews.com dari koran-sindo.com. Sugeng menambahkan, penangkapan tersangka Usman dilakukan setelah mendapat informasi dari 6 personel Reskrimum Polda Riau.

Dari hasil pemeriksaan petugas, Usman mengaku tega menghabisi nyawa istrinya karena emosi dan kesal sering dicueki. Bahkan, Usman menyebut sang istri sering menghinanya setelah tahu rumah dan tanah warisan milik orang tuanya bakalan mendapat ganti rugi karena terkena pembangunan bandara.

“Aku mengambil sepotong kayu dan memukulkan ke kepala istriku hingga tewas,” ujar Usm.

Editor:
Farid Mansyur

wwwwww