PotretNews.com Rabu 23 Januari 2019

Meski Ganti Rugi Belum Tuntas, Tol Pekanbaru-Dumai Diharapkan Segera Dibangun

Meski Ganti Rugi Belum Tuntas, Tol Pekanbaru-Dumai Diharapkan Segera Dibangun

Ilustrasi pembangunan jalan. (foto: antara)

Minggu, 23 Oktober 2016 10:25 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau berharap tol Pekanbaru-Dumai segera dibangun walau proses ganti rugi tujuh persil masih belum tuntas, guna merangsang perekonomian.BACA JUGA:

. Tol Pekanbaru-Dumai Bermasalah, Presiden Jokowi Kirim Orang Kepercayaan ke Riau

. Dilewati Jalur Kereta Api Pekanbaru-Dumai, Masyarakat Tanya Kapan Ganti Rugi Lahan Dilakukan

"Kan ganti ruginya sudah dititip ke pengadilan, semoga pembangunan bisa segera dilakukan," kata Asisten II Bidang Perekonomian Pekanbaru Dedi Gusriadi di Pekanbaru, Sabtu (22/10).

Dedi menjelaskan dari pertemuan bersama pihak provinsi beberapa waktu lalu memang tidak ada lagi kendala yang berarti untuk memulai pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai. Semua sudah diserahkan ke pengadilan sebagai jalur akhir.

"Kami berharap pembangunan tol Pekanbaru- Dumai segera dimulai karena akan berdampak bagi perekonomian Riau," tegasnya.

BACA JUGA:

. Inilah Sejarah Asal Kata RIAU

. Cerita tentang Syekh Ahmad Bunda dan Mitos yang Beredar di Masyarakat Muara Lembu

. Desa Wisata di Kepulauan Meranti, Punya Pohon Durian 100 Tahun

Di sisi lain Masperi Asisten II Setdaprov Riau Bidang Ekonomi dan Pembangunan membernarkan pengerjaan jalan tol Pekanbaru-Dumai terus digesa. Walau sebanyak tujuh persil bidang lahan masih belum selesai ganti ruginya.

"Ada sekitar 2,8 Km lahan jalan tol mulai dari Muara Fajar hingga perbatasan Pekanbaru dan Siak dengan luas 408 hektar yang belum tuntas ganti ruginya," ujarnya.

Dari tujuh persil lahan ini diketahui ada enam orang pemilik. Menurut Masperi masalahnya adalah tidak ditemukan kecocokan harga ganti rugi lahan antara pemilik dan tim appraisal (penilaian).

"Agar proses pembangunan jalan tol tetap berlanjut maka proses ganti rugi diserahkan ke pengadilan," jelasnya sebagaimana dikutip potretnews.com dari beritasatu.com yang bersumber dari antara.

Dalam proses di pengadilan sebut dia pada Rabu 12 Oktober 2016 lalu sudah dilakukan mediasi. Namun tidak ada titik temu. "Karena mediasi tidak berhasil maka akan proses hukum tetap lanjut," sebutnya.

"Meski masih ada lahan bermasalah namun ini tak akan mengganggu proses pembangunan jalan tol sepanjang 126 Km (78 mil) yang akan dibangun ini akan menghubungkan Pekanbaru-Dumai dengan melintasi tiga kota. *** #PEKANBARU #DUMAI

Editor:
Farid Mansyur

wwwwww