Ngaku Dokter BNN, Pria Ini Tertangkap Tangan Sedang "Ngolah" Mahasiswi Cantik

Ngaku Dokter BNN, Pria Ini Tertangkap Tangan Sedang Ngolah Mahasiswi Cantik

Indra saat diamankan di kantor polisi, Selasa (15/12/2015).

Selasa, 15 Desember 2015 21:56 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Berpura-pura sebagai dokter dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pekanbaru, Riau, Indra (22) akhirnya tak berkutik usai tertangkap tangan menerima uang dari seorang mahasiswi cantik. Uang itu, rencananya sebagai pelicin agar si mahasiswi diterima menjadi petugas BNN.
Terendusnya aksi tipu-tipu oknum BNN gadungan itu bermula ketika seorang mahasiswi yang jadi calon korbannya merasa kurang yakin terhadap iming-iming yang diberikan Indra. Dia mengaku bisa meloloskan mahasiswi tersebut sebagai anggota BNN, asalkan berkenan nyetor uang pelicin.

Memastikan hal itu, mahasiswi di salah satu fakultas di Pekanbaru ini akhirnya menghubungi kenalannya yang ternyata bekerja di BNN Kota Pekanbaru, untuk menanyakan apakah benar BNN sedang membuka lowongan penerimaan anggota, dan jawabannya ternyata tidak ada.

Maka memastikan siapa orang ini (Indra,red), petugas asli BNN Pekanbaru akhirnya sengaja memancing pelaku, supaya mau bertemu dengan calon korbannya, di salah satu tempat nongkrong di Jalan Tuanku Tambusai, Selasa (15/12/2015) siang tadi. Indra pun menyetujuinya, dan masuk dalam jebakan yang awalnya ia buat sendiri.

Singkat kata, Indra melakukan lobi-lobi dan meminta uang Rp1 juta kepada si mahasiswi, dengan alasan biaya administrasi. Baru saja uang berpindah tangan, Indra sudah dikepung petugas BNN yang asli. Kepada petugas, Indra tidak bisa menunjukkan identitas keanggotaan, yang selayaknya harus ia miliki.

Singkat cerita, petugas BNN Kota Pekanbaru pun menggiringnya ke Mapolresta Pekanbaru, atas dugaan tindak pidana penipuan. "Dia ini mengaku sebagai dokter dari BNN Pekanbaru. Minta sejumlah uang agar korban bisa lulus penerimaan. Yang bersangkutan sudah kita serahkan ke polisi sore tadi," sebut Kepala BNN Pekanbaru, AKBP Sukito.

Sukito mengatakan, kasus serupa sudah lumayan sering terjadi. Modusnya juga beragam, mulai dari penerimaan anggota, penangkapan dan sebagainya. "Oleh sebab itu kita imbau kepada masyarakat, agar tidak mudah percaya. Mintalah petugas untuk menunjukkan kartu anggota dan surat dinasnya," tegas dia.

Selama ini, sambungnya, setiap penerimaan anggota baru, BNN tidak pernah sekalipun memungut bayaran. Bahkan prosedurnya sangat jelas serta melewati tahapan-tahapan yang sudah diatur di lembaga ini. "Jadi jangan mau diiming-imingi bisa lulus dengan membayar, karena penerimaannya mesti melewati seleksi dan tidak dipungut biaya," tukasnya. ***

(Wawan Setiawan)
Kategori : Pekanbaru, Hukrim
Sumber:GoRiau.com
wwwwww