PotretNews.com Minggu 25 Februari 2018

Peneliti UGM Ciptakan Pemantau Kebakaran Lahan Gambut

Peneliti UGM Ciptakan Pemantau Kebakaran Lahan Gambut

Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya (kiri) berbincang dengan Pakar Lahan Gambut dari Universitas Gadjah Mada Azwar Maas (kanan). (foto: beritasatu.com)

Rabu, 18 November 2015 07:58 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Ahli Lahan Gambut Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Azwar Maas menciptakan perangkat lunak sebagai sistem peringatan dini kondisi lahan gambut untuk mengantisipasi kebakaran lahan.“Nama aplikasinya Early Warning System, peringatan dini dan itu saya mau tambahkan kata-kata Maas karena saya yang menciptakan,” ujar Azwar kepada Tempo di Jakarta, Selasa (17/11/2015).

Azwar mengatakan ide membuat perangkat lunak tersebut untuk memberikan status kondisi lahan terkini. Perangkat tersebut memiliki sistem kerja sederhana. Ada indikator yang digunakan Azwar sebagai faktor yang berperan dalam kebakaran lahan gambut.

Misalnya jenis musim, kurun waktu hujan, jenis lahan gambut, posisi lahan, sistem kanalisasi, status lahan dan penguasaan. “Saya mencoba mengkombinasikan semua faktor yang berperan terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya kebakaran, termasuk status lahan di kawasan jelas atau tidak jelas,” kata dia.

Ads
Misalnya, ujar Azwar, indikator jenis musim diisi musim kemarau dan sudah lebih dari sepuluh hari tidak hujan. Posisi lahan ada di kubah, jenis lahan gambut misalnya setengah matang dan saluran airnya tidak terkontrol. Selain itu, Azwar mengatakan lahan gambut ditanami tanaman keras dan sudah terjadi beberapa kali kebakaran. Lokasi lahan dekat dengan pemukiman dan status lahannya tidak jelas. Setelah semua indikator terisi, ujar Azwar, aplikasi bisa dijalankan.

Dari indikator tersebut, hasilnya adalah lahan berstatus awas. Kondisi awas, menurut Azwar dikarenakan faktor hidrologi yaitu kondisi saluran air yang tidak terkontrol dan status lahan yang tidak jelas. Setelah indikator saluran air tersebut diubah menjadi terkontrol, dan status lahan menjadi jelas, hasilnya lahan berstatus siaga.

“Artinya ketika dia awas, kami coba kelola tata airnya dan ada dalam penguasaan maka dari awas bisa kami turunkan menjadi siaga. Awas artinya siap-siap ada api,” kata Azwar. Ia mengaku sudah mencoba menerapkan alat tersebut di Riau dan hasilnya positif. ***

loading...
(M Yamin Indra)
Kategori : Teknomotif
Sumber:Tempo.co
wwwwww