Cerita Kuncen Sumur 7 Cikajayaan Sering Dihampiri Hewan Bertanduk sebelum Karhutla Gunung Ceremai

Sabtu, 24 Oktober 2026 22:33 WIB
Tim Redaksi
bcerita-kuncen-sumur-7-cikajayaan-sering-dihampiri-hewan-bertanduk-sebelum-karhutla-gunung-ceremaibGubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tiba di Gunung Ciremai untuk memimpin pemadaman api yang membakar kawasan gunung tersebut, Kamis (22/10/2026). (Foto: TRIBUNNEWS)

KUNINGAN, POTRETNEWS.com — Kebakaran hutan dan ladang (karhutla) tengah melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang masuk wilayah Desa / Kecamatan Pasawahan, Kuningan, Jawa Barat. Peristiwa ini menyisakan sisi lain menarik yang datang dari kuncen sumur 7 Cikajayaan. Kuncen Cikajayaan, Abah Otong, mengaku sebelum karhutla terjadi, dia sempat didatangi sejumlah hewan yang ada di sekitar kawasan ini.

”Sering datangnya kijang, saya juga menaksir akan terjadi apa ini?" kata Abah Otong saat ditemui di destinasi wisata religi sumur 7 desa setempat, Sabtu (24/10/2026).

Abah Otong menyebut sejumlah satwa yang hidup di habitat TNGC kerap memberikan tanda-tanda saat akan ada peristiwa alam yang bakal terjadi.

”Setiap ada kejadian besar, seperti sekarang kebakaran hutan dan lahan, kijang atau rusa datang lebih sering. Seolah mereka memberi tahu bahwa akan ada kejadian hingga memerlukan perhatian semua," katanya dilansir tribunnews.com.

Sementara itu karhutla lereng Gunung Ciremai berkembang hingga puluhan hektare. Bupati Kuningan H Dian Rachmat Yanuar menyebut kebakaran meluas memiliki banyak penyebab, di antaranya vegetasi yang mengering serta tiupan angin menjadi faktor yang memperbesar resiko penjalaran api.

”Termasuk pohon daun dari pohon sono keling yang mudah terbakar. Kemudian kobaran cepat merambat akibat medan terjal dan berbatu yang menghambat pergerakan pemadaman yang dilakukan petugas gabungan," kata Bupati Dian.

Menurut Dian, karakteristik medan menjadi salah satu kendala utama bagi petugas dalam menjangkau titik-titik api. Sejumlah area berada di lereng curam dan berbatu sehingga berisiko tinggi apabila pemadaman hanya mengandalkan personel darat.

”Kalau api sudah menjalar ke lereng-lereng yang terjal dan berbatu, proses pemadaman melalui jalur darat akan sangat sulit dan berbahaya,” pungkasnya.***

Kategori : Lingkungan
wwwwww
www.amsi.or.id