Gara-gara Paku dan Triplek di Kantor Desa, Sejumlah Warga di Kampar Ditetapkan Jadi Tersangka Perusakan
![]() |
Demonstrasi masyarakat Desa Senamanenek di Kabupaten Kampar menuntut pertanggungjawaban penjualan tanah ulayat. (F-LIPUTAN6.com) |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Demonstrasi masyarakat Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, berujung penetapan tersangka oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Kampar. Ada 5 warga yang menyandang status itu dengan jeratan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Kelima warga tersebut masing-masing, Zulpita, Yeni Marlina, Wilia, Muhammad Fadli dan Hairi Ulfa Romadhon. Mereka disangka melakukan perusakan kantor desa sewaktu menuntut pertanggungjawaban penjualan tanah ulayat.Kuasa hukum tersangka, Suroto, merasa keberatan dengan penetapan tersangka ini. Menurutnya, para warga itu memperjuangkan hak atas tanah ulayat tanpa melakukan upaya perusakan. ”Kami akan menyurati Polda Riau dan Mabes Polri, meminta evaluasi atas penetapan tersangka itu,” kata Suroto, Selasa siang, 7 Maret 2023.Suroto menjelaskan, masyarakat Desa Sinama Nenek berdemonstrasi pada 3 September tahun lalu. Mereka menuntut pembagian kebun dengan program kemitraan sebuah perusahaan di desa.Masyarakat juga mempertanyakan penjualan ratusan hektare lahan oleh oknum di desa kepada petinggi perusahaan. Penjualan tanpa sepengetahuan warga itu disebut bernilai miliaran rupiah. ”Kami ada datanya, data uang yang mengalir ke oknum di desa," jelas Suroto, liputan6.com.Muhammad Amin Nasution

























