Gelar Talk Show di Hari Tani Nasional, Dinas TPHP Bengkalis Tampung Aspirasi Petani

Gelar Talk Show di Hari Tani Nasional, Dinas TPHP Bengkalis Tampung Aspirasi Petani

Wabup Bengkalis Bagus Santoso menjadi narasumber pada Talk Show sempena peringatan Hari Tani Nasional 2022 yang ditaja Dinas TPHP Kabupaten Bengkalis. (F-JUNAIDI USMAN)

Selasa, 01 November 2022 14:51 WIB
JUNAIDI USMAN

BENGKALIS, POTRETNEWS.com – Peringatan Hari Tani Nasional Tahun 2022 di Kabupaten Bengkalis berlangsung meriah, Selasa (1/11/2022). Pada kegiatan yang bertajuk “Gebyar Horti, Semarak Beternak”, selain dipamerkan berbagai macam hasil perkebunan dari kecamatan di Kabupaten Bengkalis, juga digelar Talk Show dengan narasumber yang berkompeten.

Terlihat hadir sebagai narasumber Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis Bagus Santoso, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Bengkalis H Tarmizi SP MSi yang diwakili Sekretaris Sevnur, Wisnu Handana dari Bank Mandiri Cabang Bengkalis, dan Kabid Iswahyudi.

Pada acara yang mendapatkan apresiasi dari para petani dan hadirin lainnya tersebut Wabup Bagus Santoso memberikan informasi dan motivasi kepada para petani di Bengkalis. Sebelumnya, pihak Bank Mandiri menyampaikan tentang bunga pinjaman sebesar 6% per tahun bagi nasabah kredit Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Mandiri Cabang Bengkalis.

Usai penjelasan tersebut, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diawali petani Saelan dari Desa Mentayan. Saelan mengungkapkan masalah salah satu kelompok tani (poktan) yang terkena imbas air asin yang tanggulnya jebol. Proposal disebut sudah diajukan tapi sampai sekarang belum dibangun.

Saelan memberikan informasi bahwa sebelah kiri kawasan Agro Wisata Desa Mentayan, melalui dana swadaya sebesar Rp10 juta mereka telah melakukan perbaikan tanggul tadi, sementara di sisi kiri kawasan Agro Wisata mereka kehabisan dana sehingga perbaikan tidak mampu mereka lakukan.

“Kemudian, ada harapan kawan-kawan kelompok tani di desa, kalau varietas unggul bibit padi IP200 tetap dilaksanakan di masa akan datang. Karena ada kelompok ingin menanam jagung setelah menanam padi dan ada yang ingin menanam kedelai,” ungkap Saelan.

Usulan masalah tanggul juga disampaikan Muslih dari Gapoktan Bina Tani Bantan Air. Ia berharap tanggul dapat segera dibangun karena 20 ha lahan tidak ditanami sejak 2 tahun terakhir. Pasalnya, seluruh lahan Gapoktan ini berada di pesisir pantai.

Tak hanya persoalan tanggul, sejumlah petani juga mengharapkan adanya bantuan pupuk, pemasaran dan akses jalan yang lebih baik. Seperti yang diungkapkan Samsir, petani nenas Desa Penampi. Ia menyampaikan bahwa sejak tahun 2000, Desa Penampi dikenal sebagai Kampung Nenas dengan lahan 50-an ha.

“Harga pupuk kala itu Rp6.000 tapi sekarang Rp12.000. Tapi sekarang lahan yang ditanami tak sampai 20 ha. Makanya kami mohon bantuan pupuk, pemasaran dan jalan masuk ke lahan perkebunan nenas,” harap Samsir pula.

Sementara itu, Ketua HKTI Kabupaten Bengkalis Asep Setiawan menyampaikan beberapa persoalan yang dihimpun di lapangan. Pertama, terkait petani padi. Petani padi diharapkannya jangan sampai beralih fungsi lahan tanaman padi ke sawit, pinang maupun lainnya. Kedua yaitu irigasi, dimana butuh pembangunan kanal yang mengalirkan air dari sungai ke lahan tanaman padi.

“Ada program pembangunan embung yang kurang efektif. Juga persoalan tanggul, di Desa Api-Api, air laut masuk ke lahan tanaman padi masyarakat. Ketiga, persolan alsintan, ada kenyataan petani meminjam dari kabupaten lain,” urainya.

Persoalan lainnya yang mengemuka adalah alat berat. Gapoktan Pambang Baru pula dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa mereka saat ini membutuhkan alat berat untuk replanting kelapa dan juga jalan masuk ke lokasi perkebunan.

Menanggapi berbagai persoalan ini Sekretaris Dinas TPHP Sevnur buka suara. Terkait pembangunan tanggul, Sevnur menyampaikan bahwa hal itu bisa diajukan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). “Lebih bagus diusulkan saat Musrenbang. Masalah jalan sarana tani, usulkan proposal ke dinas kita (Dinas TPHP-red), masuk kepada kegiatan dinas,” terang Sevnur.

Jawaban Sevnur dibenarkan oleh Kabid Iswahyudi. Menurutnya, tanggul merupakan isu utama di Dinas TPHP, termasuk di Bukit Batu, Sukajadi. “Mudah-mudahan kedepan ada di tempat kita. Kita ada Komisi Irigasi, di sini akan direkap apa yang akan dibangun dan kewenangannya berada di dinas mana,” tuturnya.

“Sedangkan untuk jalan sarana tani, Pak Samsir dapat memasukkan proposal. Mudah-mudahan provinsi juga bisa membantu, dan melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) ini akan dibangun. Masalah pupuk industri harganya memang sangat tinggi. Pupuk subsidi bisa ditebus dengan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) yang bisa menanyakan petugas di dinas ini. Tahun depan tidak bisa menebus pupuk subsidi tanpa kartu tani,” terang Iswahyudi lagi.

Terkait harga pupuk yang mahal, Iskandar selaku Penyuluh Pertanian Kecamatan Bengkalis memberikan masukan. Menurutnya, untuk menyikapi harga pupuk yang mahal bisa dilakukan dengan menggunakan pupuk organik cair, berbahan kotoran, limbah rumah tangga dan lainnya. Hanya saja, ia menanyakan apakah seorang penyuluh atau petugas bisa mengajukan KUR?

Pihak Bank Mandiri memberikan jawaban. Menurut Wisnu sebagai perwakilan Bank Mandiri, penyuluh yang berstatus PNS tidak bisa mengajukan KUR, kecuali pasangannya yang punya usaha. Sementara untuk petani dapat langsung datang ke Bank Mandiri untuk mengajukan KUR.

Seusai acara, Wabup Bengkalis Bagus Santoso menyampaikan harapan di Hari Tani Nasional yang jatuh pada tanggal 24 September. Ia berharap semua masyarakat, khususnya yang mempunyai lahan-lahan tidur yang tidak perlu luas, dapat menanaminya dengan tanaman-tanaman yang dibutuhkan sehari-hari. Apakah itu sayur mayur, pisang atau keladi.

“Jika di setiap rumah ditanami satu rumpun pisang saja dia akan banyak menghasilkan. Ditanam talas juga begitu apalagi cabe. Ini menjadi salah satu pendukung ketahanan pangan. Biar petani serius, fokus di sawah di ladangnya, tapi kita yang mempunyai lahan di samping rumah, belakang rumah yang memang tidak terkelola, mari kita sama-sama semangat tanami. Lahan tidur itu kita bangkitkan, lahan tidur itu kita tanami agar menghasilkan dan itu merupakan kebahagiaan bahkan akan menerima pendapatan,” ajak Wakil Bupati Bagus Santoso yang ditemui potretnews.com sesaat sebelum meninggalkan Dinas TPHP menuju ke Politeknik Negeri Bengkalis.

Peringatan Hari Tani Nasional 2022 di Kabupaten Bengkalis ini sengaja digelar Dinas TPHP. Selain menjadi ajang seremonial, juga menjadi langkah untuk merangkul para petani di Kabupaten Bengkalis untuk saling berbagi dan mendekatkan diri antara Dinas TPHP dengan petani.

“Kita mendengar keluhan-keluhan petani yang selama ini ada di lapangan yang belum juga rampung keluhan tersebut. Dan tadi kita buka tanya jawab dengan dinas, baik Dinas TPHP Provinsi Riau maupun Dinas TPHP Kabupaten Bengkalis. Begitu juga dari perbankan dan petani. Tujuannya bahwa keterkaitan antara petani dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis,” ungkap Sevnur yang ditemui seusai acara.

Sevnur berharap kepada para petani di kabupaten yang berjuluk Negeri Junjungan ini agar meningkatkan apa yang mereka laksanakan di tempat masing-masing. Sehingga kendala yang mereka hadapi bisa dibantu, dan hasil produksi petani bisa meningkat.

Ditambahkan Sevnur, keberadaan Penyuluh Pertanian di lapangan menjadi perpanjangan tangan Dinas TPHP Kabupaten Bengkalis. “Komitmen Dinas TPHP Kabupaten Bengkalis untuk membantu petani cukup tinggi. Kami mendengarkan dan menanggapi keluhan para petani dalam Talk Show tadi sesuai dengan arahan Bupati dan Wakil Bupati dalam visi dan misinya,” pungkas Sevnur. ***

wwwwww