Home > Berita > Umum

Silinmas, Aplikasi Ciptaan Tim Pengabdian Masyarakat Polbeng Diberikan ke Desa Meskom

Silinmas, Aplikasi Ciptaan Tim Pengabdian Masyarakat Polbeng Diberikan ke Desa Meskom

Tim Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Bengkalis memperkenalkan aplikasi kepada warga Desa Meskom. (F-JUNAIDI USMAN)

Rabu, 26 Oktober 2022 15:08 WIB
JUNAIDI USMAN
BENGKALIS, POTRETNEWS.com – Aplikasi Sistem Informasi Layanan Masyarakat (Silinmas) yang diciptakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) diperkenalkan kepada warga Desa Meskom, Selasa (25/10/2022) kemaren. Sosialisasi dilakukan melalui kegiatan Workshop Pemanfaatan Layanan Informasi Desa Berbasis Teknologi Informasi Menuju Desa Digital, bertempat di Balai Pelatihan Desa Meskom.
Dipilihnya Desa Meskom sebagai tempat pelaksanaan workshop karena desa ini memiliki potensi yang besar. Diantaranya, Zapin Meskom yang telah ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada 2017 silam sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Selain itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI juga meloloskan Desa Meskom pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022, sehingga kunjungan wisatawan mancanegara semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Polbeng, Kasmawi MKom, yang ditemui seusai workshop. Ia mengatakan sengaja memilih Desa Meskom dikembangkan secara digitalisasi, karena akan menjadi potensi yang sangat baik.

Diungkapkan Kasmawi, karena sifatnya Pengabdian Masyarakat, maka mereka para dosen Polbeng mengabdi kepada masyarakat sehingga aplikasi Silinmas yang dibuat diberikan gratis kepada Pemdes Meskom, sesuai dengan motto Polbeng tahun 2022 "Membangun Desa".

Aplikasi Silinmas dikemas dengan simple sehingga sangat mudah digunakan oleh siapa saja, mulai dari kalangan remaja sampai orang tua yang mengetahui teknologi. Ini supaya mereka dapat menggunakan Silinmas dengan baik, hanya dengan waktu beberapa menit saja maka sudah faham dalam penggunaannya.

“Sebelum diperkenalkan, aplikasi dikerjakan selama sekitar 2 bulan dengan masa uji coba. Setelah stabil, barulah tim melakukan workshop atau seminar ke masyarakat,” tuturnya.  

asmawi berharap masyarakat dan Desa Meskom mau menggunakan aplikasi ini. Sebab menurutnya, sebagus apapun aplikasi yang dibuat kalau tidak digunakan tentunya tidak akan bagus. Kesuksesan suatu aplikasi itu apabila digunakan dengan baik. Contohnya, beberapa desa di Kecamatan Rupat yang sudah menggunakan aplikasi digital.

“Alhamdulillah, mereka sudah merasakan manfaatnya. Oleh sebab itu giliran Desa Meskom yang perdana kita launching aplikasi ini, mudah-mudahan ada manfaatnya dan desa ini mau dan dapat menggunakannya dengan baik,” harap Kasmawi.

Bagi desa-desa yang ada di Kabupaten Bengkalis yang ingin dibuatkan suatu aplikasi, Kasmawi mempersilakan untuk mengajukan permohonan ke Politeknik Negeri Bengkalis. “Kebutuhannya apa, kemudian kita pelajari, kita analisa, selanjutnya kita masukkan ke dalam program pengabdian masyarakat,” ungkapnya.

Atas kegiatan workshop yang dilaksanakan, Kepala Desa (Kades) Meskom UsmanSP memberikan apresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polbeng yang telah menunjuk Desa Meskom sebagai salah satu desa tempat pengabdian masyarakat. Khususnya terkait sistem informasi layanan publik secara gratis.

“Mudah-mudahan ini dapat dimanfaatkan, baik oleh pemerintah desa, oleh masyarakat Desa Meskom khususnya untuk menyampaikan dan menerima berbagai informasi yang berbasis digital. Karena sistem informasi ini merupakan satu hal yang sangat penting dan sangat berguna bagi masyarakat di era digitalisasi saat ini,” terang Usman.

Kades menyampaikan, pihaknya berencana akan mengumpulkan aparat-aparat desa, lembaga-lembaga desa mungkin dalam jumlah yang lebih besar, untuk lebih mensosialisasikan dan mengembangkan informasi ini kepada mereka. “Sehingga mereka dapat menggunakan aplikasi ini dengan sebaik-baiknya,” ucap Usman.

Fungsi aplikasi Silinmas, lanjut Usman, pertama masyarakat memberikan informasi, disebarluaskan jika informasi dimaksud adalah benar. Kedua, Pemdes dapat memberikan informasi. Jika ini sukses, informasinya akan sampai ke luar. Misalnya Desa Sukarjo Mesim yang mendapatkan sebutan Desa Digital setelah dikenalkan aplikasi ini dalam satu acara di ibukota Provinsi Riau beberapa waktu lalu.

Pada workshop yang digelar, Anggota Tim Pengabdian Masyarakat Polbeng Ryci Rahmatil Fiska MKom memaparkan bahwa tidak sulit menggunakan aplikasi Silinmas yang berada dalam website Desa Meskom ini. Karena aplikasi ini memang dibuat dengan sangat sederhana. Fitur-fitur layanan informasi yang dimasukkan berbentuk aduan. Kendala hanya masalah gambar yang berukuran maksimal 5 MB saja. Jika lebih dari 5 MB maka gambar tidak muncul.

“Diantara fitur yang disematkan adalah tentang wisata desa, peta desa dan yang paling penting layanannya di mana masyarakat bisa menyaksikan informasi atau keluhan apa saja yang seharusnya disampaikan ke kantor desa mereka,” ulas Ryci.

Anggota tim lainnya, Wahyat MKom, menyebutkan kalau Silinmas berisi informasi, masyarakat memberikan informasi ke pihak desa. Bila melalui media sosial (medsos) WhatsApp Grup (WAG) dan facebook yang sulit memfilter informasi yang masuk, maka dengan menggunakan Silinmas ini informasi bisa difilter. Contohnya, masyarakat yang menge-share informasi tidak semuanya dipublish. Tentu harus divalidasi terlebih dahulu, disaring dulu baru di-sharing.

“Harapan kami dengan adanya Silinmas ini bisa maksimal difungsikan karena untuk masa sekarang, masyarakat membaca pengumuman yang ditempel di beberapa titik agak kurang, lebih banyak menggunakan smartphone. Jadi dengan menggunakan aplikasi yang simpel akan sangat bermanfaat dan bisa maksimal digunakan oleh masyarakat Desa Meskom,” harap Wahyat juga.

Saat workshop berlangsung, seorang warga dalam kesempatan tanya jawab berharap pihak Pemdes Meskom juga memberikan informasi di aplikasi yang baru dikenalkan dosen Polbeng tersebut. Jika ada peluang, bisa menyampaikan proposal ke-OPD di Kabupaten Bengkalis.

Tak hanya itu. Sejumlah warga juga masih berharap agar pemasaran Wi-Fi gratis bukan saja di Dusun Simpang Merpati, tetapi juga di Dusun Tua.

Menanggapi hal ini, Kades Usman mengatakan akan meneruskan informasi yang Pemdes terima sifatnya valid. Ada surat masuk bukan berita atau kabar lisan.

Di akhir workshop, Kades Usman mengajak masyarakat yang hadir agar ikut memberikan andil, tetap optimis sehingga Desa Meskom lebih baik di masa mendatang. ***

Kategori : Umum, Bengkalis
wwwwww