FH UIR dan Puslit DPR Seminarkan RUU KUHP, Nasir Djamil: Pembentukan Hukum Jangan Dimanipulasi
![]() |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Bekerjasama dengan Pusat Penelitian DPR RI, Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Riau (UIR) menggelar Seminar Nasional, bertajuk ''Rancangan Undang Undang KUHP: Reformasi Hukum Pidana Nasional Dalam Perspektif Islam. Seminar berlangsung yang di Auditorium Soeman HS Fakultas Hukum UIR, Selasa (25/10/2022).
Selain seminar, Dekan Fakultas Hukum Dr M Musa, SH MH juga menandatangani Memori of Understanding (MoU) dengan Kepala Puslit DPR Achmad Sani Alhusaini, SE MA.
Seminar menghadirkan sejumlah nara sumber, yakni Prof Dr Pujiyono SH MHum (Ahli Hukum Pidana Universitas Diponegoro Semarang), Dr Muzakkir SH MH (Ahli Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia Yogyakarta) dan Dr M Musa SH MH (Ahli Hukum Pidana Universitas Islam Riau). Moderator seminar Dr H Syafriadi SH MH. Sementara H Muhammad Nasir Djamil MSi (Anggota Komisi III) menjadi keynote speaker).Wakil Rektor III Universitas Islam Riau Dr Admiral SH MH, mengapresiasi kerja sama Fak. Hukum UIR dengan Puslit DPR RI. Ia menilai, seminar ini dilaksanakan dalam rangka mendukung catur dharma perguruan tinggi, khususnya peningkatan mutu akademik dosen dan mahasiswa.''RUU KUHP memang menjadi tema yang menarik karena bukan saja sejarahnya yang panjang, akan tetapi perdebatan pasal-pasalnya yang masih mengundang kontroversi di tengah masyarakat. Kami berharap, KUHP Nasional itu dapat segera dikirim lagi oleh Pemerintah kepada DPR, dan lalu disahkan dalam rentang waktu tak terlalu lama. Tentu dengan menampung usulan-usulan masyarakat yang telah disuarakan,'' ungkap Admiral.Kenapa demikian? Menurut Admiral, lantaran kita sudah terlalu lama menggunakan KUHP warisan Kolonialisme Belanda. Jadi, kerinduan terhadap KUHP Nasional sudah menjadi harapan bagi masyarakat Indonesia. Prinsipnya, kata Admiral, terjadi dekolonialisasi terhadap produk-produk hukum peninggalan Belanda.
























