Home > Berita > Umum

Masyarakat Kampar Memperingati 30 Tahun Perpindahan Desa Pulau Gadang; Ditenggelamkan demi Pembangunan PLTA Kotopanjang

Masyarakat Kampar Memperingati 30 Tahun Perpindahan Desa Pulau Gadang; Ditenggelamkan demi Pembangunan PLTA Kotopanjang

Salah satu kawasan Pulau Gadang yang kini menjadi objek wisata andalan/F-ANTARA

Senin, 29 Agustus 2022 18:09 WIB
KAMPAR, POTRETNEWS.com — Masyarakat memperingati hari pemindahan Desa Pulau Godang ke-30 dan juga melaksanakan festival budaya kampung lama disertai peresmian perpustakaan desa di Kecamatan XIII Koto Kampar, Senin.
Pada peringatan itu dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Kampar Kamsol bersama sejumlah kepala OPD Pemda Kampar. Dalam sambutannya, Kamsol mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada seluruh aparatur dan masyarakat menyelenggarakan acara itu.

Dia menjelaskan bahwa, pada 31 Agustus 1992 sebanyak 333 KK, masyarakat Desa Pulau Gadang dipindahkan karena adanya Pembangunan Dam PLTA Kotopanjang (milik PLN), karena pemindahan ini mengakibatkan masyarakat harus memulai membentuk berbagai macam bidang dalam menjalani kehidupan.

Desa Pulau Gadang dikenal dengan produksi ikan patin, karena selain mempunyai kebun karet, masyarakat juga memiliki kolam ikan. Walaupun usaha kolam ikan sebagai kerja sampingan tetapi hasil yang diperoleh cukup memuaskan dan menguntungkan bagi warga Desa Pulau Gadang.

Saat ini wilayah Desa Pulau Gadang menjadi bagian dari pengembangan wisata PLTA Kotopanjang. Desa Pulau Gadang akan menjadi Pusat Wisata di XIII Kotokampar. Hal ini karena berada di Wilayah Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Kotokampar serta beberapa objek wisata lainnya seperti dermaga tepian mahligai, Pulau Puti dan Goa Lombuok Ome.

”Dari ragam budaya yang kita miliki diharapkan dapat meningkatkan sektor Parawisata di Kabupaten Kampar khususnya Desa Pulau Gadang guna memperkenalkan dan menarik wisatawan untuk datang ke berbagai objek wisata yang ada," jelasnya, dilansir antaranews.com.

Ia juga menambahkan, desa ini kaya akan kegiatan kemasyarakatan, mulai dari tingkat RT hingga tingkat desa. Berbagai organisasi kemasyarakatan tumbuh subur dan menjadi perekat bagi kehidupan komunal Masyarakat Desa Pulau Gadang.

Organisasi tersebut berkembang dalam berbagai bentuk, mulai dari organisasi formal maupun informal, inilah yang menjadi apresiasi Pemerintah Kabupaten Kampar, sebab pembangunan masyarakat bukan ditentukan oleh Pemerintah saja namun Partisipasi Masyarakat juga harus tetap dikedepankan.

”Pemerintah saat ini berupaya melengkapi berbagai kekurangan di berbagai sektor pembangunan, termasuk dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang harus selalu kita tingkatkan serta pemerintah juga menggali potensi-potensi yang ada dan ke depan Kabupaten Kampar akan mengembangkan sektor pertanian dengan memproduksi beras yang kita beri nama Beras Ulu Kasok," tutupnya.

Pemukiman warga Desa Pulau Gadang dipindahkan 30 Tahun yang lalu atau pada Tahun 1992 karena perkampungan Pulau Gadang ditenggelamkan untuk proyek nasional pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kotopanjang.

Selain Desa Pulau Gadang, ada tujuh Desa lainnya di Kecamatan XIII Kotokampar dan dua desa di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumbar yang ikut dipindahkan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Pulau Gadang Syofian mengatakan bahwa digelarnya festival ini adalah mengobati kerinduan akan kampung lama, agar seluruh anak kemenakan tahu dan mengenal adat istiadat dan budaya lokal yang berkembang sejak zaman dahulu kala di Kenegerian Pulau Godang dan tetap kokoh dalam bingkai ajaran agama.

Festival ini untuk menghidupkan kembali budaya dan adat istiadat kepada anak kemenakan kita. Transmigrasi kita ini beda dengan transmigrasi lainnya, sebab transmigrasi kita ini ikut serta adat budaya beserta sisi agamanya ke permukiman baru. ”Acara ini juga sebagai bentuk rasa syukur kami atas karunia Allah Swt selama menempati permukiman baru," ujarnya. ***

Editor:
Wahyu Abdillah

Kategori : Umum, Kampar
wwwwww