”Curhat” ke KPI Daerah Riau, FDR Harap Regulasi Kerja Sama tak Beratkan Pengelola Radio
![]() |
Suasana pertenuan KPI Daerah Riau dengan FDR/F-ISTIMEWA |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Pengurus Forum Diskusi Radio (FDR) Riau melakukan audiensi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Riau, Jumat (27/5/2022). Dalam audiensi yang berlangsung di kantor KPI Riau tersebut dibahas sejumlah persoalan yang memberatkan para pengelola radio saat ini.
Hadir dalam rombongan FDR, Satria Utama selaku Ketua, sekretaris FDR, M. Rizal, Bendahara Ismet Bustamam, dan sejumlah anggota seperti Prima Ermad, Aris, Taufik dan Dian Citra. Sedangkan dari KPI yang menerima adalah Bambang Suwarno dan Ahnad Royhan Qodri.
Dalam kesempatan itu, Satria memaparkan kondisi industri radio siaran saat ini. Menurutnya, meski mengalami penurunan jumlah pendengar akibat serbuan platform media online, radio masih diminati warga Kota Pekanbaru dan kabupaten/kota di Riau. Ini karena siaran radio dapat dinikmati masyarakat dalam berbagai kondisi dan kegiatan. "Sebagai media audio, radio masih didengarkan masyarakat untuk mendapatkan informasi dan hiburan. Hal ini dapat dilihat dari cukup ramainya interaksi warga dalam berbagai program radio. Ini karena radio satu-satunya media yang dapat dikonsumsi meski sedang beraktivitas, seperti saat mengendarai mobil, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, maupun saat di kebun atau di ladang," jelasnya melalui keterangan tertulis kepada potretnews.com . Namun sayangnya, tambah Satria, peran strategis ini kurang dipahami oleh pemerintah daerah sehingga kerja sama publikasi menggunakan media radio tergolong minim. Ditambahkan Ismet Bustamam, kekurangpahaman aparat daerah tentang radio ini juga terlihat dengan munculnya regulasi di sejumlah pemda yang malah memberatkan pihak pengelola radio.Akham Sophian

























