Silaturahmi Terpupuk Antarsesama Manusia yang Hidup Maupun yang Telah Tiada
![]() |
Ratusan warga Dusun Kampung Parit menengadahkan tangan mengamini rangkaian do'a yang dipandu Sugito, Rabu (25/05/2022) malam. |
BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Kenduri sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat meraih juara suatu lomba atau festival mungkin suatu hal wajar dilakukan si pemenang tadi. Pemenang menyiapkan menu makanan serta minuman bagi para undangan.
Hal sangat langka terjadi jika sekelompok orang di kepanitiaan Menara Lampu Colok Dusun Kampung Parit Desa Pangkalan Batang Barat, Bengkalis Riau melakukan kenduri atau syukuran ini sedang Festival Lampu Colok tahun 2022 yang diikuti hanya meraih juara harapan I dengan hadiah uang 8 juta rupiah.
Uang hadiah yang belum dipotong pajak ini mereka sisihkan untuk acara kenduri dengan menyiapkan 40 hidangan yang bisa dinikmati 160 orang tamu. Menurut Ade Desri Kurniawan seorang anggota Menara Lampu Colok tadi, Kenduri dilakukan sebagai ungkapan syukur dan memupuk silaturahmi antar sesama warga dan para donatur yang khusunya tinggal di luar dusun/ desa ataupun luar Pulau Bengkalis yang telah berpartisipasi dalam kegiatan festival tersebut.Jurnalis media ini yang juga diundang ke acara ini sempat meneteskan air mata takkala pemimpin Tahlil Tahtim dilakukan oleh Azmi yang fadhilatnya tentu dihadiahkan kepada para orang tua tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda daerah setempat yang telah tiada, dipanggil Allah SWT. Dilengkapi rangkaian do'a dipandu oleh Sugito dan pembawa acara oleh Rusli.Jadi, Kenduri yang pemilik hajat lakukan bukan saja silaturahmi sesama manusia yang masih hidup, juga menjalin silaturahmi bersama dengan orang yang telah tiada, jasadnya telah hancur namun rohnya masih senantiasa ada.Akham SophianKeterangan foto

























