Home > Berita > Umum

Festival Lampu Colok 2022 di Bengkalis Jadi Tahun Pertama setelah Ditetapkan sebagai WBTB

Festival Lampu Colok 2022 di Bengkalis Jadi Tahun Pertama setelah Ditetapkan sebagai WBTB

Para awak media selesai mewawancarai Kadis Parbudpora Edi Sakura dan Kabid Kebudayaan Khairani masih bersembang-sembang mendapatkan informasi lain, Senin (11/04/2022).

Selasa, 12 April 2022 10:33 WIB
Junaidi Usman

BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Festival Lampu Colok 2022 akan dimulai pada Kamis, 28 April 2022 tepatnya malam ke 27 bulan Ramadhan 1443 Hijriyah.

Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Kadis Parbudpora) Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura kepada awak media.

"Festival ini kan tiap tahun kita laksanakan untuk tahun 2022 ini Insya Allah akan kita adakan. Kita tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19. Kemudian ada beberapa hal yang memang perlu kita perhatikan. Selain kita menetapkan tempat pembukaan di Desa Damai," kata Kadis Parbudpora, Edi Sakura kepada potrettnews.com, Senin (11/04/2022) siang semalam.

Masih kata Kadis Edi Sakura, dipilihnya Desa Damai ini sebagai tempat pembukaan Festival Lampu Colok 2022 atas beberapa pertimbangan diantaranya konsultasi Disparbudpora dengan beberapa pihak, Isa Selamat tim ahli bupati termasuk tim juri, kondisi Desa Damai merupakan salah satu desa yang terdekat. Selain itu, selama ini tempat pembukaan Festival Lampu Colok telah dilaksanakan di bagian Barat Kota Bengkalis dan bagian Utara Kecamatan Bantan makanya kali ini ke bagian Timur dari kota Bengkalis.

Disebutkan Edi Sakura, untuk syarat dan ketentuan Festival Lampu Colok 2022, kata Kadis Edi Sakura untuk bangunan :

1. Konstruksi harus kokoh

2. Letak bangunan tidak mengganggu kelancaran aktivitas yang memakai jalan raya

3. Tinggi konstruksi (pintu menara/ gerbang) minimal 3,5 meter

Selanjutnya keamanan :

1. Jarak konstruksi gerbang dari jalan sekitar 5 meter.

2. Menjaga kebersihan di sekitar konstruksi menara/ gerbang

Untuk aspek kriteria penilaian terdiri dari :

1. Pesan dan kesan yang disampaikan bernuansa islami (masjid)

2. Keindahan lampu colok

3. Kerapian menara/ gerbang

4. Banyaknya lampu colok minimal 5.000 kaleng

5. Kekompakan antar pengurus

6. Bentuk-bentuk benda alam (bulan/ bintang)

"Kita berharap, Festival Lampu Colok 2022 ini berjalan baik dan lancar. Kegiatan ini sudah menjadi kegiatan/ even nasional salah satunya even Festival Lampu Colok ini yang sudah mulai dipromosikan mulai dari pusat sampai ke provinsi. Mudah-mudahan kita di Bengkalis tentu mengemas ini semaksimal mungkin. Mudah-mudahan kami rapat pada Senin pekan depan dengan semua tim dewan juri dan pengurus. Dan hari ini saya meninjau ke lapangan sejauh mana sudah persiapan-persiapannya," terang Edi Sakura seraya menambahkan pembukaan akan dilakukan langsung Bupati Bengkalis, Kasmarni,SSos,MMP.

Lampu Colok Bengkalis yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI pada Desember 2021 kemarin dan telah masuk ke dalam agenda pariwisata nasional menjadi peluang Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk mengundang tamu dari pusat juga dari Provinsi Riau. "Mudah-mudahan nanti mereka bisa hadir," pungkasnya.

Penilaian Lampu Colok dalam festival tahun 2022 ini dilaksanakan secara global, tidak terbagi wilayah kecamatan dengan memperebutkan hadiah juara pertama sebesar 15 juta rupiah, juara kedua 13 juta rupiah, 11 juta rupiah untuk juara ketiga, juara harapan 1 uang sejumlah 8 juta rupiah, harapan 2 akan menerima 6 juta rupiah dan harapan 3 menerima 4 juta rupiah.

"Kita berharap kepada masyarakat karena (Lampu Colok) ini adalah resam atau warisan budaya yang sudah turun-temurun kita lakukan dan ini hanya satu-satunya di Indonesia hanya kita, maka Colok kita jangan dipadamkan, semangat kita jangan dipadamkan karena inilah yang bisa mengangkat harkat dan martabat orang Bengkalis. Semangat pemuda harus tetap berkarya dan jangan berfikir hadiah yang didapatkan dalam mengikuti Festival Lampu Colok ini. Hadiah itu tidak seberapa tetapi bagaimana kita menyemarakkan Ramadhan ini menjelang idul Fitri dengan menyelipkan semangat berkompetisi dalam ajang ini. Harapan kita yang selanjutnya kepada semua perangkat daerah dan desa yang ada, dukunglah kegiatan peserta masing-masing. Mudah-mudahan Bengkalis menjadi Bermasa, Bermarwah, Maju dan Sejahtera," harap Kadis Parbudpora Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura di akhir wawancara yang dilakukan di ruang kerjanya.

Kabid Kebudayaan, Khairani dalam kesempatan itu memberikan apresiasi kepada para peserta yang mengalami keseleo tangannya, muka diterpa daun kayu yang tumbang, demam dan lainnya. "Semangat untuk ke generasi muda khususnya dalam menyambut Festival Lampu Colok tahun 2022. Mungkin dalam melakukan persiapan mengikuti festival ini banyak hal-hal yang seperti disebutkan di atas, motivasi saya supaya semangat itu terus terjaga, terus terjalin dan tanamkanlah sifat untuk melestarikan budaya Lampu Colok apalagi Lampu Colok sudah menjadi WBTB yang harus kita lestarikan supaya tidak punah dan tidak pupus dimakan zaman. Tetap kompak, terjalinnya kekeluargaan, keakraban, kompak serta kerjasama untuk pemajuan dalam kebudayaan," pesan Khairani.

Dengan telah dibukanya Ferry dari Dumai tujuan Malaysia, Khairani mengungkapkan kemungkinan akan ramai mahasiswa Malaysia yang pernah datang ke Bengkalis datang kembali ke sini untuk melihat even Festival Lampu Colok ini. "Tetap patuhi protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Salam Bermasa," kata Kabid Kebudayaan, Khairani di akhir wawancaranya.

Untuk pendaftaran bisa menghubungi :

1. Debby Lidia Ningsih 082170085058

2. Nursahidatun 085365026994 ***

Kategori : Umum, Bengkalis
wwwwww