Gubri akan Tawarkan Ikan Patin ke Arab Saudi

Gubri akan Tawarkan Ikan Patin ke Arab Saudi

Gubernur Riau Syamsuar saat melakukan kunjungan ke Dubes Arab Saudi di Jakarta beberapa waktu lalu./F-IST

Minggu, 06 Maret 2022 19:14 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar siap menyambut kedatangan Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Essam bin Abed Al-Thaqafi, yang rencananya akan melakukan kunjungan ke Riau.
Saat Essam ke Riau nanti, Gubri Syamsuar akan menawarkan berbagai hasil alam, salah satunya ikan patin. Sebab, produksi ikan patin di Riau merupakan terbesar di Indonesia. Bahkan, Arab Saudi dinilai akan lebih untung membeli ikan patin Riau daripada mengimpor dari Vietnam.

"Riau penghasil ikan patin dengan produksinya tidak kurang dari 20 ton per hari," kata Syamsuar, Minggu (6/3/2022), dikutip dari laman Media Center Riau

Syamsuar menyebutkan, berbagai keuntungan akan diperoleh Arab Saudi jika mengambil ikan patin langsung ke Riau dari pada mengimpor melalui Vietnam. Pasalnya, Riau sendiri memiliki desa terkenal dengan ikan patinnya. Desa tersebut bernama Desa Wisata Koto Mesjid yang terletak di kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.

Tahun lalu, desa ini sempat dikunjungi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno. Desa Wisata Koto Mesjid ini lebih dikenal dengan sebutan Kampung Patin. Sebab, kampung itu memiliki budidaya ikan patin yang sudah dikenal. Sehingga desa ini mempunyai moto 'tiada rumah tanpa kolam'.

Hampir setiap rumah yang ada di Kampung Patin memiliki paling tidak satu kolam patin. Dalam sebulan masyarakat setempat dapat memanen 390 hingga 400 ton ikan patin.

Tak hanya sebagai lauk pauk, ikan patin tersebut kemudian diolah masyarakat desa menjadi berbagai macam produk kuliner dengan cita rasa khas dan unik. Seperti kerupuk kulit patin, abon patin, bakso patin, siomay patin, nuget patin, otak-otak patin, cilok patin, ikan asin patin, batagor patin, hingga es dawet patin, serta ada pula keripik batang pisang dan kelapa jelly (dekla).

Tidak hanya itu saja, produk ekonomi kreatif di Kampung Patin juga sangat menarik. Misalnya saja produk kriya dari hasil olahan bambu, seperti lidi sawit, rotan, dan pandan.

Bahkan para disable (tuna rungu) juga ikut serta dalam program home recycle creative. Di mana, produksi kriya ini memanfaatkan limbah paralon menjadi pot, tempat tisu, baki gelas, hiasan dinding dan piring lidi rotan. 

Syamsuar mengatakan Riau sebagai provinsi yang kaya akan sumber daya alam (SDA)
dan memiliki penduduk mayoritas Islam, sangat terbuka peluang untuk bekerja sama dengan Arab Saudi.

Beragam bisnis beroperasi di Riau, mulai dari migas, kelapa sawit, karet, kelapa bahkan sagu terbesar di Indonesia.

"Kami berharap pemerintah Arab Saudi juga berkenan menanamkan investasinya di Riau," ujar Syamsuar.

Syamsuar menjamin, jika Arab Saudi berniat investasi di Riau, akan diberikan berbagai kemudahan bagi para investor.***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Pemerintahan, Riau
wwwwww