Partai Perkasa Terima SK dari Kemenkumham, Ternyata Pernah Dua Kali Ikut Pemilu dengan Nama Lain
![]() |
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Surat Keputusan (SK) dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan Keamanan (Ditjen AHU Kemenkumham) sebagai partai politik yang berbadan hukum, akhirnya diterima Partai Pergerakan Kebangkitan Desa (Perkasa).
Hal ini disampaikan Ketua Umum Partai Perkasa Eko S Santjojo di Gedung Ditjen AHU Kemenkumham, Jakarta Selatan, Kamis (6/1/2022) kemarin. "Hari ini kami dari Partai Perkasa, hadir ke Kemenkumham untuk mengambil SK penetapan badan hukum Partai perkasa sebagai partai politik," ucap Eko, dikutip dari Tribunnews.com.Eko menuturkan, partai ini dulunya bernama Partai Pelopor. Melalui keputusan Kongres Partai Pelopor yang dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober 2021 lalu di Jakarta, Partai Pelopor resmi berganti nama menjadi Partai Perkasa."Awalnya dulu Partai Pelopor, kami udah dua kali ikut pemilu, kemudian sekarang kita aktifkan kembali tapi dengan berganti menjadi Partai Perkasa. Apa itu Perkasa? Pergerakan Kebangkitan Desa (Perkasa)," tutur dia.Selanjutnya, Eko berharap partainya bisa lolos menjadi peserta Pemilu 2024. Target awalnya bisa mengikuti Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 2024. "Alhamdulillah sudah mendapat SK pengesahan dari Kemenkumham. Selanjutnya kami akan persiapan untuk masuk ke P4, peserta pemilu untuk ke KPU," katanya.Karena kalau desa tumbuh, otomatis pertumbuhan ekonomi secara nasional akan baik. Kan gitu," imbuhnya.Dalam kepengurusan DPN Partai Perkasa antara lain diisi oleh Bonny Z Minang sebagai Ketua Majelis Tinggi, Eko S Sancoyo (Ketua Umum), Sudir Santoso (Wakil Ketua Umum), Ristiyanto (Sekretaris Jenderal), dan Reinhart T Rusli (Bendahara Umum).***Editor:
Akham Sophian

























