Home > Berita > Umum

PT IIS Kebun Ukui Dukung Kelompok Ternak, di Tengah Pandemi

PT IIS Kebun Ukui Dukung Kelompok Ternak, di Tengah Pandemi
Senin, 20 September 2021 14:30 WIB
Widya Paramitha

UKUI, POTRETNEWS.com — Kelompok Ternak Ukui Jaya memperoleh bantuan ayam lokal sebanyak 80 ekor, terdiri dari 10 ekor ayam jantan dan 70 ekor ayam betina, sebagai sumber alternatif pendapatan masyarakat di tengah pandemi dari Asian Agri, perusahaan perkebunan kelapa sawit Group RGE (Royal Golden Eagle).

Menurut Dedi Pardede selaku GM PT Inti Indosawit Subur (IIS) mewakili Asian Agri, perusahaan berkeinginan untuk meringankan beban masyarakat dengan cara memberi bantuan ternak ayam lokal, yang mana harapanya adalah dapat memberikan pendapatan tambahan di tengah pandemi Covid-19.

"Kami yakin ternak ayam ini sangat sesuai dengan kondisi di lingkungan Desa Ukui 2. Ternak ayam lokal yang dibantu sebanyak 80 ekor untuk dikelola selanjutnya oleh satu kelompok ternak yang sudah dibentuk bersama sesuai kesepakatan dan diawasi secara langsung oleh pihak pemerintah desa," ucapnya pada saat penyerahan bantuan 18 Agustus 2021.

Harapan perusahaan, dalam empat bulan ke depan sudah ada hasilnya. "Ayam yang diserahkan saat ini sudah dewasa, siap untuk bertelur dan menetaskan anak, sehingga masyarakat desa dapat memetik hasilnya dari penjualan telur ataupun perkembangbiakan ayamnya," sebutnya seraya menambahkan, dari penjualan telur akan didapatkan penghasilan tambahan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Ia juga berharap, bantuan ini dapat terus dikembangkan dengan baik, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh anggota kelompok. "Semoga bisa menjadi contoh bagi orang lain untuk ikut membentuk kelompok-kelompok ternak," ucapnya.

Koordinator CSR Asian Agri Wilayah Riau, Eko Budi Christyanto menyatakan, bantuan ini sebagai salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat untuk peningkatan ekonomi keluarga khususnya di tengah pandemi.

"Kami ingin menciptakan pola ekonomi berkelanjutan, melalui bantuan ternak ini. Asalkan dirawat dan dikelola dengan baik pasti akan berkembang dan secara terus menerus memberikan hasil. Akan lebih baik lagi jika untung dari penjualan dapat disisihkan untuk dibelikan ayam lagi, sehingga kelompok ternak ini semakin maju. Perusahaan juga tidak melupakan program yang lain baik itu pendidikan, infrastruktur dan sosial melalui program CSR Asian Agri," ungkapnya.

Sementara itu, Suwardi sebagai Kepala Desa Ukui 2 sangat mengapresiasi bantuan dari Asian Agri - PT Inti Indosawit Subur sudah begitu peduli dengan masyarakat desa ini. "Banyak bantuan yang sudah dirasakan masyarakat, baik di bidang pendidikan, perbaikan jalan dan lainnya. Hari ini, alhamdulillah kelompok ternak desa memperoleh bantuan ayam kampung," ungkapnya.

"Memang ternak ayam ini cocok dengan kondisi daerah kami, banyak warga yang memelihara ayam dan tempat menjualnya pun mudah karena dekat dengan pasar induk dan banyak juga rumah makan," ucapnya.Menurutnya, pemerintahan desa akan selalu ikut mengontrol dan mengawasi perkembangan pengelolaan ternak ini. "Sekali lagi kami ucapkan terimakasih, semoga harapan kita semua dapat tercapai yaitu dengan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat desa maka kesejahteraannya dapat semakin meningkatkan juga," cetusnya.

Ketua Kelompok Ternak Ukui Jaya, Budiman bersyukur dan berterimakasih atas bantuan ternak ayam dari Asian Agri. "Kelompok Ternak Ukui Jaya ini berjumlah 12 orang. Bantuan ayam ini sangat dibutuhkan, karena hasilnya bisa dijual baik telur ataupun daging ayamnya," ujarnya.

Asian Agri sebagai perusahaan perkebunan yang merupakan bagian dari grup Royal Golden Eagle (RGE), mengelola group perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sumber daya alam dan beroperasi secara global, mengupayakan keberadaannya dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan dimana perusahaan beroperasi. ***

--000---

Sekilas Mengenai Asian Agri:

Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979. Hingga kini Asian Agri mengelola 100.000 hektar kebun kelapa sawit dan mempekerjakan 25.000 orang.

Sebagai perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans), Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar kebun kelapa sawit, serta membina kemitraan dengan petani swadaya untuk membawa dampak positif terhadap kesejahteraan dan peningkatan ekonomi petani.

Dengan menerapkan kebijakan tanpa bakar dan praktik pengelolaan kebun secara berkelanjutan, Asian Agri membantu petani mitra untuk meningkatkan produktivitas, hasil panen, kemamputelusuran rantai pasok, sekaligus mendukung mereka memperoleh sertifikasi. Pabrik Asian Agri menerapkan teknologi terbaik memanfaatkan energi hijau yang dihasilkan secara mandiri, dalam rangka meminimalisasi emisi gas rumah kaca.

Lebih dari 86% dari perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatera Utara, Riau & Jambi serta 100% perkebunan petani plasma di Provinsi Riau & Jambi telah bersertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya. Seluruh unit bisnis dalam naungan Asian Agri telah memperoleh sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).

Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan produsen CPO terkemuka telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant - Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi. ***

Kategori : Umum
wwwwww