Kejati Riau belum Kunjung Tetapkan Tersangka dalam Kasus Dugaan Korupsi Bansos di Siak, meski Sudah Setahun Diusut
![]() |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Tim jaksa Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, belum kunjung menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) di Bagian Kesejahteraan Masyarakat, Sekretariat Daerah Kabupaten Siak. Kasus ini juga sudah sejak lama ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan.
Namun sejak mulai ditangani pada pertengahan 2020 lalu dan sudah bergulir selama setahun, sampai saat ini belum ada kejelasan siapa pihak yang bertanggungjawab dalam perkara dugaan rasuah tersebut. Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini jaksa penyidik masih mencari alat bukti dalam perkara ini. "Masih proses penyidikan mencari alat bukti sesuai Pasal 184 ayat (1) KUHAP," ungkapnya, Sabtu (11/9/2021).Dipaparkannya, dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP disebutkan bahwa alat bukti yang sah di antaranya keterangan saksi, keterangan ahli, surat dan keterangan tersangka. Menurut Raharjo, penyidikan bisa dibilang tuntas jika penyidik sudah menemukan alat bukti. Saat ditanyai apakah jaksa penyidik sudah menemukan calon tersangka dalam perkara ini, Raharjo hanya menjawab singkat dengan jawaban serupa sebelumnya."Masih proses penyidikan mencari alat bukti sesuai Pasal 184 ayat (1) KUHAP," tutur Raharjo.Mulai Juni 2021, jaksa penyidik turun ke Kabupaten Siak untuk meminta keterangan penerima bansos. Namun, pemeriksaan masih terus berlanjut, termasuk saksi-saksi lainnya.Penanganan kasus tersebut terkesan lamban. Hal ini dikarenakan, jaksa memerlukan waktu yang cukup panjang, lantaran banyaknya jumlah saksi yang harus diperiksa. Belum lagi setelah ini, harus dilakukan proses penghitungan kerugian negara (PKN) dengan melibatkan lembaga audit seperti Inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).Akham Sophian

























