Tim Satgas Mafia Tanah Bareskrim Polri Turun ke Kampar, Begini Harapan Petani yang Berhimpun di Kopsa M

Tim Satgas Mafia Tanah Bareskrim Polri Turun ke Kampar, Begini Harapan Petani yang Berhimpun di Kopsa M
Jum'at, 03 September 2021 17:21 WIB
Rachdinal

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Tim Satgas Mafia Tanah dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pihak terkait di Riau. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai respon terhadap laporan dari petani yang berhimpun di Koperasi Petani Sawit Mandiri (Kopsa M) di Desa Pangkalanbaru, Siak Hulu, Kampar.

Lewat pendampingan hukum dari Tim Advokasi Keadilan Agraria dari Setara Institute, para petani ini membuat laporan atas dugaan penyerobotan 400 hektar lahan milik petani Sawit Kopsa M ke Bareskrim Polri pada 27 Mei 2021 dengan nomor laporan STTL/220/V/2021/BARESKRIM.

”Alhamdulillah, laporan kami kemarin telah ditindaklanjuti oleh Bareskrim Polri,” kata Kuasa Hukum petani Kopsa M dari Tim Advokasi Keadilan Agraria – Setara Institute, Disna Riantina kepada potretmews.com, Jumat (3/9/2021).

Selama melakukan pemeriksaan, Disna mengatakan bahwa Tim Satgas Mafia Tanah dari Bareskrim Polri saat ini telah memeriksa 37 saksi di Wilayah Hukum Polda Riau sejak 30 Agustus 2021-3 September 2021.

”Langkah cepat Polri telah memberikan harapan baru bagi 200 petani yang lebih dari 10 tahun kehilangan hak-haknya. Pemeriksaan ini juga menjadi sinyal positif bagi upaya Polri memberantas mafia tanah di sektor perkebunan, yang juga menjadi prioritas kerja Presiden Jokowi,” ujarnya.

Disna berharap kasus ini bisa cepat terungkap oleh Tim Satgas Mafia Tanah dari Bareskrim Polri atas dugaan penyerobotan lahan milik petani Kopsa M seluas 500 hektar. Ia juga berharap agar masyarakat tak ragu melaporkan ke pihak kepolisian jika mengalami kasus serupa dengan petani Kopsa M.

“Kami sangat berharap, dengan segala rangkaian pembuktian yang dilakukan oleh Tim Satgas Mafia Tanah mampu menggungkap pelaku sebenarnya. kemudian dapat menjadi acuan buat masyarakat lainnya yang juga mengalami hal serupa untuk tidak takut melaporkan kepada pihak berwajib,”

”Kami berharap permasalahan yang di hadapi oleh petani Kopsa dengan jumlah 997 petani, bisa selesai dengan cepat. Agar masyarakat kembali mendapatkan hak – haknya lagi,” ucapnya.

Sebelum melaporkan ke Bareskrim, para petani Kopsa M melalui kuasa hukumnya, yaitu Tim Advokasi Keadilan Agraria-Setara Institute juga melaporkan sejumlah pihak ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 25 Mei 2021, terkait dugaan penghilangan aset negara dalam bentuk lahan seluas 500 hektar dan dugaan korupsi biaya pembangunan kebun KKPA.

”Kami mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan percepatan penanganan laporan dugaan korupsi di tubuh PTPN V, terkait dugaan penghilangan asset negara dalam bentuk lahan seluas 500 hektar dan dugaan korupsi biaya pembangunan kebun,” pungkasnya.

Dalam waktu dekat, Tim Advokasi Keadilan Agraria-Setara Institute akan bersurat ke Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi agar memerintahkan Menteri BUMN, Erick Thohir untuk menghentikan praktik bisnis PTPN V yang melawan hukum, tidak akuntabel dan melukai hati para petani yang terancam tidak memiliki lahan dan tidak memiliki penghasilan. ***

Kategori : Hukrim, Kampar
wwwwww