Pipa Bekas yang Diminta Oknum BUMDES Bintang Terang Kampar ke PT EMP Ternyata Digunakan untuk Penambangan Ilegal
![]() |
Pipa sedot di usaha tambang pasir ilegal milik BUMDes Bintang Terang, Desa Pangkalanbaru, Kampar. |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Kuasa hukum masyarakat Desa Pangkalanbaru, Kabupaten Kampar, Riau, melaporkan kepala desa (kades) dan sekretaris desa (sekdes) setempat ke Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Riau. Pelaporan itu karena masyarakat menduga kades dan sekdes melakulan tindak pidana korupsi atas pengalokasian dana desa lebih kurang sebesar Rp197.000.000 untuk dijadikan modal awal pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bintang Terang.
Selain itu, kades diduga telah menggunakan fasilitas atau aset desa berupa sebidang tanah untuk kegiatan tambang pasir ilegal. Untuk diketahui, tambang pasir ilegal itu saat ini sudah tutup usai pihak jajaran Polda Riau melalui Ditreskrimsus melakukan penangkapan di lokasi tambang pasir illegal tersebut. Diberitakan sebelumnya, bahwa kuasa hukum masyarakat, Indra Junaidi telah melaporkan Kades dan Sekdes Pangkalanbaru atas dugaan tindak pidana korupsi Ditreskrimsus Polda Riau, pada 6 Juli 2021.”Ada 3 alat bukti di awal pelaporan yang kita lampirkan sebagai upaya memperkuat laporan kita. Secara resmi Kades dan Sekdes Pangkalanbaru telah kita laporkan atas dugaan tindak pidana korupsi,” kata Indra Junaidi kepada potretnews.com, belum lama ini.Saat ditemui, Indra mengungkapkan bahwa pelaporan ini satu paket dengan kasus penangkapan terhadap pelaku ilegal mining yang dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Riau pada Maret 2021 lalu di Desa Pangkalanbaru.”Kita minta kepada Polda Riau supaya mengusut tuntas persoalan ini, jangan berhenti sampai di situ saja. Sebagaimana diketahui, pelaku yang ditangkap hanya ada dua orang, dan satu lagi masih dalam daftar pencarian orang (DPO) yaitu Direktur BUMDes-nya,” ungkap indra pada Senin (2/8/2021).
























