Aksi Pembunuhan Berantai Terjadi Hanya karena Sakit Hati terhadap Seorang Korban yang Menolak Pinjamkan Uang
![]() |
Gambar hanya ilustrasi |
KALIMANTAN BARAT, POTRETNEWS.com — Aksi pembunuhan tragis dilakukan oleh seorang pemuda. Pembunuhan terjadi begitu tragis hingga terjadi pembunuhan berantai. Aksi pembunuhan berantai itu terjadi di Kalimantan Barat. Mulanya menewaskan seorang kakek, lalu seorang nenek serta cucu perempuan. Peristiwa nahas itu lebih tepatnya terjadi di Sintang, Kalimantan Barat, Selasa (3/8/2021), melansir Tribunnews.com.
Tiga korban dalam peristiwa pembunuhan berantai tersebut yaitu Turyati (46), Sugiono (56) dan cucu mereka, Afsyia Amila Putri (5). Berdalih ingin Buang air kecil hingga menipu ada yang ingin minta dijemput, pelaku menghabisi ketiga korban tanpa ampun. Motif pembunuhan pun terungkap setelah pelaku tertangkap. Pembunuhan berantai tersebut dilakukan oleh seorang pemuda berinisial RN (27) lantaran sakit hati terhadap salah satu korbannya, Turyati saat berusaha meminjam uang.RA merasa sakit hati atas ucapan Turyati yang menolak meminjamkan uang untuknya. Motif pembunuhan yang dilakukan RN diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Sintang AKP Haerudin. Dilansir Grid.ID dari Kompas.com, Jumat (6/8/2021), pelaku RN sempat meminjam uang kepada korban Turyati sebesar Rp5 juta, namun tak diberi. Tak memberikan pinjaman pada RN, Turyati pun melontarkan kata-kata yang dinilai pelaku cukup kasar."Sebelum kejadian yaitu hari Senin, pelaku meminjam uang Rp 5 juta," kata Haerudin kepada wartawan, Jumat (6/8/2021).Sakit hati atas ucapan korban, pelaku RN dendam, lalu merencanakan pembunuhan. Sementara itu, dilansir Grid.ID dari Tribunnews.com, pembunuhan dilakukan RN masih pada hari yang sama saat mencoba meminjam uang pada Turyati. Sekitar pukul 18.30, Sugiono datang ke kediaman RN bersama cucunya Afsya untuk mengajak pergi ke Kota Sintang. Sugiono juga mengatakan akan membantu RN untuk meminjam uang Turyati. Saat itu, RN meminjam uang pada Sugiono sebesar Rp 200.000 dengan alasan untuk berobat.Akham Sophian

























