Sekdakab Pelalawan dan Asisten II Jadi Saksi Sidang Perkara Korupsi BUMD Tuah Sekata

Sekdakab Pelalawan dan Asisten II Jadi Saksi Sidang Perkara Korupsi BUMD Tuah Sekata

JPU Kejari Pelalawan hadirkan 3 Dewan Pengawas jadi saksi sidang Kasus Tipikor BUMD Tuah Sekata, Jumat (16/7/2021) di PN Tipikor Pekanbaru

Minggu, 18 Juli 2021 17:39 WIB

PANGKALAN KERINCI, POTRETNEWS.com — 3 dewan pengawas dihadirkan jadi saksi di sidang Tipikor BUMD Tuah Sekata Pelalawan, Riau. Sidang kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penyimpangan belanja barang operasional kelistrikan pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata Kabupaten Pelalawan tahun 2012-2016 terus bergulir.

Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kota Pekanbaru. Pada sidang lanjutan yang digelar Jumat (16/07/2021) pekan lalu, sidang mengagendakan pemeriksaan saksi terhadap terdakwa Afrizal sekitar pukul 16.30 WIB.

Majelis hakim diketuai oleh Dedi Kuswara, SH MH dengan disamping hakim anggota. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pelalawan yakni Jodi Valdoni SH dan Senator B. Panjaitan SH, serta tim kuasa hukum terdakwa. Sidang digelar secara virtual dan terdakwa Afrizal berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sialang Bungkuk Kota Pekanbaru.

"Dalam sidang pemeriksaan saksi, kita menghadirkan lima saksi. Tiga orang dewan pengawas dan dua lagi mantan pejabat di BUMD Tuah Sekata," beber Kasi Intelijen Kejari Pelalawan, Sumriadi SH MH, Minggu (18/7/2021).

Kepada Tribunpekanbaru.com Sumriadi menerangkan, saksi yang pertama kali diperiksa di persidangan yakni tiga orang Dean Pengawas (Dewas) yang bersaksi terhadap terdakwa Afrizal. Adapun Dewas yang duduk di kursi saksi yakni H Tengku Mukhlis yang merupakan Dewas BUMD Tuah Sekata tahun 2013-2019, melansir Tribunnews.com.

Saat ini di pemerintah daerah, T Mukhlis menjabat sebagai Sekdakab Pelalawan. Kemudian, Drs H Atmonadi MM yang merupakan Dewas pada tahun 2014 sampai sekarang. Di Pemkab Pelalawan Atmonasi menjabat sebagai Asisten II Setdakab Pelalawan. Dewas yang ketiga yakni Dasril Maskar yang merupakan Dewas sejak tahun 2018 sampai sekarang.

"Ketiganya dibutuhkan kesaksiannya sebagai fungsinya jadi dewan pengawas. Dalam proses penyidikan mereka juga turut kita periksa dan masuk BAP,"ujar Sumriadi.

Sedangkan dua saksi lainnya yang dihadirkan yakni Sanusi yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) BUMD Tuah Sekata dan Irmayanti yang merupakan mantan bendahara pengeluaran pada perusahaan milik Pemda Pelalawan itu. Mereka tidak jadi memberikan kesaksian mengingat waktu yang tidak mencukupi.

Alhasil keduanya akan diperiksa di persidangan selanjutnya pada Senin (26/7/2021) mendatang. Seperti diketahui, kasus korupsi di tubuh BUMD Tuah Sekata ini dibongkar oleh Kejari Pelalawan. Diduga ada penyimpangan anggaran pada belanja barang operasional kelistrikan mulai tahun 2012 sampai 2016.

Ketika itu, terdakwa Afrizal merupakan kepala divisi kelistrikan. Ia diduga melakukan penyelewengan anggaran belanja itu. Bahkan merugikan negara hingga Rp 3,8 miliar selama lima tahun. Namun Kejari Pelalawan baru menetapkan satu tersangka dalam perkara rasuah di tubuh BUMD Tuah Sekata ini. Meski sempat memberikan isyarat akan ada penambahan tersangka baru dalam perkara ini. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Pelalawan, Hukrim
wwwwww