Home > Berita > Umum

Dikerjakan 475 Orang dan 5 Tukang Tuo, Kawasan Nagari Saribu Rumah Gadang di Solok Selatan Direvitalisasi

Dikerjakan 475 Orang dan 5 Tukang Tuo, Kawasan Nagari Saribu Rumah Gadang di Solok Selatan Direvitalisasi
Sabtu, 10 Juli 2021 08:18 WIB

JAKARTA, POTRETNEWS.com — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membangun sejumlah infrastruktur di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Proyek infrastruktur tersebut adalah revitalisasi kawasan Nagari Saribu Rumah Gadang (SRG) di Kabupaten Solok Selatan, Pasar Rakyat Pariaman di Kota Pariaman, serta Jalan Tol Padang-Sicincin.

Pembangunan infrastruktur ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan konektivitas, baik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) maupun sektor pariwisata. Revitalisasi kawasan Nagari SRG dilakukan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR. Pekerjaan tersebut merupakan tindak lanjut atas pencanangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Padang pada Februari 2018.

Revitalisasi kawasan rumah adat khas Minangkabau itu berupa pemugaran 32 rumah gadang, penataan lanskap kawasan, pembangunan menara songket sebagai landmark, serta sederet fasilitas untuk wisatawan.

Melansir kompas.com, pembangunannya dilakukan oleh 475 orang tenaga kerja dan 5 tukang tuo dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2019-2020 sebesar Rp 67 miliar. Kawasan Nagari SRG berjarak 147 kilometer dari Bandara Internasional Minangkabau dengan waktu tempuh sekitar 3,5-4 jam menggunakan transportasi darat.

Selain dapat menambah daya tarik para wisatawan domestik dan mancanegara, kawasan Nagari SRG diharapkan juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Solok Selatan dan sekitarnya. Pasar Rakyat Pariaman. Lihat Foto Demi mendukung pemulihan ekonomi masyarakat saat Pandemi Covid-19, Kementerian PUPR juga telah menyelesaikan revitalisasi Pasar Pariaman sebagai sarana perdagangan rakyat yang aman, nyaman, bersih, tertata, dan estetis.

Pembangunan Pasar Pariaman ini dilakukan melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat pada Desember 2019 lalu dengan anggaran senilai Rp 89,7 miliar dan Manajemen Konstruksi (MK) senilai Rp 2,8 miliar. Pasar Pariaman dibangun di atas lahan seluas 5,431 meter yang dapat menampung sebanyak 562 pedagang.

Sementara itu, jumlah kios yang tersedia di pasar tersebut sebanyak 362 unit dan los yang mampu menampung 200 pedagang. Selain sebagai sarana jual beli untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, Pasar Pariaman juga menjadi bagian dari layanan wisata karena lokasinya berada di pusat kegiatan kota dan dekat dengan Pantai Gandoriah. Jalan Tol Padang-Sicincin.

Sementara di bidang jalan dan jembatan, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III Sumatera Barat Ditjen Bina Marga juga tengah melaksanakan pembangunan Tol Pekanbaru-Padang Seksi Padang-Sicincin.

Pembangunan jalan bebas hambatan ini akan meningkatkan konektivitas antara Sumbar dengan Riau. Konstruksi tol ini telah dimulai pada Februari 2018 dan ditargetkan selesai serta beroperasi pada Desember 2022. Saat ini, progres fisik Tol Padang-Sicincin telah mencapai 40,81 persen.

Jalan Tol Padang-Pekanbaru sendiri membentang sepanjang 256 kilometer dan terbagi menjadi enam seksi. Keenam seksi tersebut di antaranya, Seksi I Padang-Sicincin, Seksi II Sicincin-Bukittinggi, Seksi III Bukittinggi-Payakumbuh, Seksi IV Payakumbuh-Pangkalan, Seksi V Pangkalan-Bangkinang, serta Seksi VI Bangkinang-Pekanbaru. Secara keseluruhan, Tol Pekanbaru-Padang akan ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2025. ***

Editor:
Wahyu

Kategori : Umum
wwwwww