Dana Bankeu Provinsi untuk Desa Pangkalanbaru Kampar Diduga Dijadikan ”Modal” Kegiatan Ilegal, Pj Sekdaprov Riau Sedih
![]() |
Kegiatan usaha tambang pasir yang diduga ilegal milik BUMDes Bintang Terang di Dusun I Sukamenanti, Desa Pangkalanbaru. |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Ketua/Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bintang Terang masuk daftar pencarian orang (DPO) Kepolisian Daerah Riau karena dianggap sebagai penanggung jawab atas kegiatan ilegal minning atau tambang pasir tanpa izin di Dusun I Sukamenanti, Desa Pangkalanbaru, Kecamatan Siak Hulu, Kampar.
Mirisnya lagi, ternyata sumber dana atau modal pembentukan unit usaha itu bersumber dari dana bantuan keuangan (bankeu) Provinsi Riau. Dana tersebut akan dipergunakan untuk membuat unit usaha atau sedot pasir sungai yang berada di RT 001, RW 001, Dusun I, Desa Pangkalanbaru.Berdasarkan dokumen yang diterima potretnews.com, berita acara yang ditandatangani oleh Kepala Desa dan Sekretaris Desa Pangkalanbaru dengan nomor 140/PKL.B-PEM/347 menyebutkan bahwa ada kesepakatan jika dana badan usaha milik desa (BUMDes) sebanyak Rp 197.000.000 telah diserahkan oleh desa dengan sumber dana dari Bantuan Keuangan Provinsi Riau.Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Masrul Kasmy mengaku sedih tatkala hal itu disampaikan potretnews.com. ”Sedih..., perlu dan pentingnya pengawasan. Hal ini tentu melanggar dan ada sanksinya,” kata Masrul Kasmy saat dihubungi potretnews.com, Rabu (7/7/2021).Tim Asistensi Bantuan Keuangan Khusus (BKK), Saiman Pakpahan ketika dimintai tanggapannya, Kamis (8/7), menjelaskan, bantuan keuangan ada dua jenis. Yaitu; bantuan keuangan umum dan bantuan keuangan khusus.
























