Pupuk Oplosan Sebanyak 19,5 Ton Diamankan Polisi di Kampar, Seorang Warga Dibekuk
![]() |
Ekspose Polda Riau terhadap tersangka, S alias Angga (41) pelaku pengedar pupuk oplosan yang beroperasi di sebuah ruko di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Bukit Payung, Kecamatan Bangkinang Seberang, Kabupaten Kampar. |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, membekuk seorang pria pelaku pengedar pupuk oplosan. Dia adalah S alias Angga (41). Dia diduga telah melakukan tindak pidana dibidang sistem budi daya pertanian berkelanjutan dan/atau perlindungan konsumen.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Andri Sudarmadi menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat, yang menyebut tentang adanya peredaran pupuk yang tidak terdaftar dan/atau tidak berlabel atau diduga pupuk oplosan.Pada Selasa, 27 April 2021, tim penyelidik Unit II Subdit I Ditreskrimsus Polda Riau, lantas melakukan pendalaman. Tim melakukan pemantauan di sebuah ruko dicurigai di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Bukit Payung, Kecamatan Bangkinang Seberang, Kabupaten Kampar. Hasilnya setelah dicek, tim menemukan keberadaan sejumlah karung pupuk, diantaranya tanpa merk, dan karung pupuk merk Mahkota dengan jenis KCL, TSP, dan NPK. Ukuran karung 50 kg."Dari hasil pemeriksaan awal diketahui bahwa pupuk tersebut diedarkan dan diperdagangkan oleh tersangka S. Dia mulai beroperasi atau melakukan kegiatan tersebut sejak tahun 2018 sampai dengan sekarang," sebut Kombes Andri, Rabu (9/6/2021).Adapun modus operandinya, tersangka membeli pupuk dari daerah Payakumbuh, Sumatera Barat dengan modus pupuk tersebut dimasukkan ke dalam karung polos atau tanpa label/merk. Pupuk seberat 50 kg, dibeli Rp135 ribu. Pupuk itu, lalu dibawa ke rukonya, dibongkar dan dimasukkan ke dalam gudang.Akham Sophian

























