Rumah Nenek Ini Pindah Tangan Usai Sertifikat Dipinjam Tetangga
![]() |
SURABAYA, POTRETNEWS.com — Nashucah, seorang nenek di Surabaya kehilangan rumahnya karena tertipu. Nenek 53 tahun itu ditipu Khilfatil Muna dan Yano Oktavianus Labert yang tak lain tetangganya sendiri. Mereka kini telah ditahan. Sedangkan kasusnya saat ini masih bergulir di persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya. Lalu bagaimana kronologi penipuan itu?
Kuasa hukum korban, Rahadi Sri Wahyu Jatmika, mengatakan kasus yang menimpa nenek Nashucah terjadi pada 12 Desember 2016. Ketika itu, kata Rahadi, korban dibujuk Khilfatil untuk mengambil sertifikat rumah dan tanah peninggalan bapaknya. Selain dibujuk, korban juga diberikan bantuan biaya untuk mengurus di notaris.Sertifikat milik korban sendiri awalnya atas nama mendiang bapaknya bernama Achyat. Oleh bapaknya, hak waris itu dibagi kepada 5 anaknya dan dipecah menjadi 3 sertifikat. Dalam keterangan warisnya, korban mendapat bagian hak tanah dan rumah seluas 127 meter persegi di Jalan Gunung Anyar Tengah. Namun karena terkendala biaya, korban belum mengambil sertifikatnya di notaris.Dari sini, kemudian Khilfatil datang menawarkan bantuan. Adapun bantuan itu yakni meminjami uang sebesar Rp 12,5 juta untuk mengambil sertifikat rumah dan tanah korban di notaris. Tanpa menaruh rasa curiga, korban percaya dan menerima bantuan Khilfatil karena mereka merupakan tetangga sendiri. Sertifikat itu akhirnya diambil dan berada di tangan korban.Selanjutnya, Khilfatil membujuk korban untuk meminjamkan sertifikatnya sebagai jaminan modal di bank untuk usahanya. Lagi-lagi korban juga percaya dan meminjamkan sertifikat itu. Khilfatil berjanji akan mengembalikan sertifikat 4 bulan setelah dipinjam.Akham Sophian

























