Berawal Info dari Warga yang Sering Dengar Suara Ledakan, Polisi di Riau Ringkus Pria Pemilik Senjata Api

Berawal Info dari Warga yang Sering Dengar Suara Ledakan, Polisi di Riau Ringkus Pria Pemilik Senjata Api

Senjata api (senpi) rakitan/ANTARA

Kamis, 13 Mei 2021 19:22 WIB

INDRAGIRI HILIR, POTRETNEWS.com — Seorang pria di Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau berinisial MA (38) ditangkap polisi. Dia ditangkap karena memilik senjata api (senpi) rakitan laras pendek jenis revolver.

"Penangkapan MA bermula adanya informasi dari masyarakat yang sering mendengar suara ledakan di sekitar rumah pelaku yakni di Desa Batu Ampar," kata Paur Humas Polres Inhil Ipda Esra, Kamis (13/5/2021), melansir iNews.id.

Esra menambahkan, berbekal dari informasi itu, Kapolsek Kemuning Kompol Benhardi memerintahkan anggotanya untuk menindaklanjuti laporan tersebut, dengan menyelidiki sekitar kediaman pelaku.

Sekitar pukul 04.00 WIB, personel sampai di rumah pelaku dan melakukan penggeledahan serta penangkapan terhadap MA karena diduga telah melakukan tindak pidana pembuatan bahan peledak jenis amunisi peluru revolver.

"Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa satu peluru revolver, tiga selongsong peluru revolver, 21 kotak korek api, satu besi berbentuk tabung bertuliskan 50 gram dan satu buah pisau," kata dia.

Ersa melanjutkan, berdasarkan keterangan dari pelaku, selongsong peluru itu diperoleh dari WI yang saat ini masih dalam penyelidikan. WI juga yang memerintahkan tersangka membuat amunisi revolver tersebut.

"Hasil pengembangan dari tersangka, proyektil peluru dibuat dengan cara mencairkan barang-barang yang berbahan dari timah lalu dibentuk menyerupai proyektil peluru. Sedangkan untuk mesiu, tersangka membuatnya dari kepala batang korek api yang sudah dihaluskan," katanya.

Kemudian aparat kembali melakukan penggeledahan rumah dan pekarangan rumah pelaku, akhirnya ditemukan sepucuk senjata api rakitan dan 17 bahan peledak Hilti. Pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Kemuning untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat UU Darurat No. 12 1951, ancaman hukuman 20 tahun penjara. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Hukrim
wwwwww