WNA India Bayar Jutaan Rupiah untuk Hindari Karantina Covid-19, Ditemukan Lagi Makan Martabak di Batam
![]() |
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta mencegah masuk 32 warga India setelah dilakukan pengetatan penerbangan asal negara yang kini dilanda Tsunami Covid-19 gelombang dua itu/TEMPO.co |
JAKARTA, POTRETNEWS.com — Polisi sempat kesulitan menelusuri warga India yang tercecer dari karantina tersebut. "Orangnya tidak ada di hotel yang semestinya mereka ditempatkan," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Akhmad Alexander Yurikho.
Ternyata WNA India tersebut sudah berhasil lolos karantina Covid-19 itu pergi ke kota-kota besar yang menjadi tujuan awal mereka. "Di sana, mereka ditampung oleh komunitas sesama warga India, perusahaan tempat mereka akan bekerja, sampai keluarga yang sudah lebih dulu menetap di Indonesia," kata Alexander di Polres Bandara Soekarno-Hatta, Rabu 28 April 2021, melansir Tempo.co.Seorang WNA India yang membayar jutaan rupiah untuk menghindari karantina Covid-19 14 hari itu, Cherelovapil Mukri Muhammad Jabir, misalnya ditemukan polisi sedang makan martabak di Komplek Tanjung Pantun, Sungai Jodoh, Batam, Kepulauan Riau."Dia bersama komunitas India lainnya di Batam," kata Alexander.Begitu juga Senthil Ranganathan ditangkap di Bandung bersama komunitasnya. Senthil berhasil lolos dari karantina Covid-19 lantaran dibantu oleh Zakaria Ramdhan yang bekerja sebagai staf di perusahaan tempat Senthil bekerja.Akham Sophian

























