Belajar dari sang Kakak, Cendol Buatan Ernita Diminati Warga Pekanbaru dan Masih Eksis Selama 20 Tahun
![]() |
Cendol |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Cendol, campuran minuman yang dibuat dari tepung beras, menjadi salah satu pilihan bahan sajian buka puasa bagi sebagian warga Kota Pekanbaru di Provinsi Riau selama bulan Ramadhan. Pembuat cendol tradisional di Kota Pekanbaru selalu menerima banyak pesanan selama bulan puasa.
"Setiap sore telepon masuk minta pesanan," kata Ernita, pembuat cendol tradisional di Pekanbaru, kepada ANTARA, Sabtu.
"Setiap sore telepon masuk minta pesanan," kata Ernita, pembuat cendol tradisional di Pekanbaru, kepada ANTARA, Sabtu.Dalam waktu kurang dari sepekan, keluarga Ernita sudah membuat sedikitnya 400 kilogram cendol untuk melayani pelanggan. Ernita sudah menjalankan usaha musiman pembuatan cendol selama sekitar 20 tahun. Perempuan 48 tahun itu membuat cendol dengan bahan alami: daun pandan, kapur sirih, dan tepung beras."Cendol kita tanpa pewarna kimia. Orang lain menggunakan pewarna kimia supaya harga lebih murah, tapi kita tetap pakai daun pandan," kata Ernita, yang sehari-hari berdagang kerupuk jengkol di Pasar Pusat di Jalan Agus Salim, Pekanbaru.Ia menjelaskan, pembuatan cendol secara tradisional membutuhkan dua jenis daun pandan, yakni daun pandan pewarna dan daun pandan wangi. Daun pandan untuk pewarna biasanya lebih pendek dari daun pandan wangi.Akham Sophian

























