Uang Nasabah yang Dibobol Rp1,3 Miliar Diganti, Dirut Bank Riau Kepri: Jangan Salah Gunakan Kewenangan, Lambat Laun Pasti Ketahuan
![]() |
Direktur Utama Bank Riau Kepri Andi Buchari memberi keterangan pers soal pembobolan rekening oleh mantan karyawannya. (Liputan6.com/M. Syukur) |
ROKAN HULU, POTRETNEWS.com — Bank Riau Kepri (BRK) mengakui tersangka NH yang membobol rekening nasabah hingga Rp1,3 miliar merupakan mantan teller di Cabang Pasir Pangaraian, Kabupaten Rokan Hulu. Pembobolan rekening ini karena keteledoran tersangka AS selaku head teller karena memberikan password user ID kepada NH. Beda dengan pernyataan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Direktur BRK Andi Buchari menyebut pembobolan rekening itu terjadi pada tahun 2012 hingga 2015. Ini ketahuan setelah auditor internal menemukan kejanggalan.
"Ini sudah lama, sejak tahun 2016 diproses secara internal. Sudah diminta untuk dikembalikan tapi pelaku dan keluarga tidak mampu mengembalikan sehingga dilaporkan," kata Andi, Rabu siang, 31 Maret 2021, melansir liputan6.com.Andi menyebut kerugian tiga nasabah Rp1,3 miliar sudah diganti oleh BRK. Dia menyebut ini bentuk komitmen manajemen bank melindungi nasabah agar tidak rugi serupiah pun."Bank ini punya penghasilan, pendapatan dari usaha, dari sanalah ditutupi karena nasabah tidak boleh rugi," kata Andi.Andi juga menyatakan uang pengganti kerugian nasabah itu tidak berasal dari nasabah lainnya. Uang ini merupakan talangan dari kas sehingga Andi menjamin uang nasabah lain tidak terpakai.Akham Sophian

























