Langgam Sako, Satu-satunya BumDes di Kabupaten Bengkalis Memproduksi Batik Tenun
![]() |
BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Siapa menyangka, dari RT 01 RW 02 Dusun Langgam Muara, Teluk Latak, Bengkalis sebuah desa bertempat tinggalnya serta bersemayamnya Sang Maestro Zapin, M Yazid bin Tomel diproduksi Batik Tenun yang selama ini familiar made in Jawa Island yaitu Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Cirebon, Indramayu dan luar Jawa, Bali, Madura, Minahasa dan beberapa daerah lainnya.
Batik Tenun nan mempesona ini diproduksi oleh BumDes (Badan Usaha Milik Desa) Langam Sako sebagai bentuk tanggungjawab amanah Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang mengintruksikan kepada setiap desa harus membentuk BumDes."Salah satu fungsi BumDes adalah menggerak ekonomi desa itu sendiri dan bisa membuka usaha yang bekerjasama dengan pemerintah yaitu pemerintah desa (Pemdes) yang misalnya memang dari (dana,red) desa," kata Direktur BumDesa Langgam Sako, Norizal kepada potrernews.com, Senin (29/3/2021).Diutarakan Norizal yang akrab disapa Tamam ini, "Batik memang aneh khususnya di Kabupaten Bengkalis belum ada, selama ini terkenal khususnya di Pulau Jawa, Solo dan Yogyakarta. Kami para pengurus termasuk Komisaris BumDes Pak Kades punya ide, karena Teluk Latak ini terkenal dengan Tenunan Siak yang menjadi penghasilan ibu-ibu bahkan bapak-bapak, digunakan sangat terbatas tidak bisa digunakan secara bebas. Tenunan Siak ini biasanya digunakan pada acara-acara pesta pernikahan dan acara-acara khusus lainnya. Selain itu, Tenunan ini tidak bisa digunakan secara rutin dan juga tidak bisa dicuci (menggunakan mesin cuci,red) yang bisa merusakkan tenunnya. Maka dari itu, kami punya ide, bagaimana Tenunan Siak tetap berjalan dan kita punya produksi yang tidak lari dari tenun," tambahnya.Sedikitnya, ada 24 motif yang berasal dari ide mereka yang pasti tidak lari dari motif Tenun di kain Batik Tenun yang ukurannya lebih 2 meter. "Cuma sistemnya yang berubah, kami buat sistem Batik yang pakaiannya bisa digunakan setiap saat, kapan saja tidak hanya acara pesta pernikahan saja, shalat Jum'at pun bisa digunakan karena batik tenun ini bisa dicuci sebagimana batik-batik dari Pulau Jawa yang saya sebutkan diatas tadi. Alhamdulillah, usaha kami ini berjalan dengan baik hingga sekarang," kata Tamam penuh syukur.
























