Buka Kongres XX, Presiden Jokowi Apresiasi Komitmen Kebangsaan Kader PMII

Buka Kongres XX, Presiden Jokowi Apresiasi Komitmen Kebangsaan Kader PMII

Ketua PB PMII Agus Mulyono Herlambang saat memberikan kata sambutan secara virtual, Rabu (17/3/2020)

Rabu, 17 Maret 2021 14:10 WIB
Rachdinal

BATAM, POTRETNEWS.com — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar Kongres XX di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (17/3/2021). Acara ini berlangsung mulai 17 – 20 Maret 2021 dan dilaksanakan secara virtual.

Terlihat hadir secara virtual Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Acara Kongres XX PMII yang mengusung tema “Organisasi Maju untuk Peradaban Baru” ini dibuka langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Dalam sambutannya, Jokowi sangat mengapresiasi kader – kader PMII yang telah menunjukan komitmen kebangsaan yang kuat atau Hubbul Wathan Minal Iman, dan konsisten menyuarakan kepedulian dan keadilan terhadap sesama.

“Keluarga besar PMII yang saya banggakan, dunia telah berubah dengan cepat, menimbulkan disrupsi pada semua sektor kehidupan, perubahan selalu tidak ramah bagi yang tidak siap berubah. Banyak organisasi yang digilas oleh perubahan karena tidak sigap dalam menyikapi keadaan itu. Maka dari itu kader-kader PMII harus menjadi navigasi terhadap perubahan, dan PMII harus menjadi organisasi yang terus tumbuh, inovatif dan adaptif,” Ujar Presiden RI, Joko Widodo dalam kata sambutannya secara virtual dari Istana Presiden, Rabu (17/3).

“Sambil mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya buka kongres ke 20 Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, terimakasih,” Ucapnya.

Selain itu, Ketua PB PMII Agus Mulyono Herlambang dalam sambutannya menyampaikan bahwa organisasi kemhasiswaan islam yang sejak berdirinya memcantumkan pancasila sebagai azaz organisasi adalah PMII.

“Oleh karena itu, komitmen kebangsaan dan kenegaraan kita tak perlu diragukan lagi Bapak Presiden. Yang selanjutnya adalah bahwa kemudian pandemi Covid-19 ini telah mematikan semua sendi – sendi kehidupan, tetapi PMII sebagai insan pergerakan haram hukumnya untuk berdiam diri,” Terang Agus saat memberikan kata sambutan dari Gedung Kesenian, Kota Balikpapan.

Kata Agus, insan pergerakan harus hadir untuk menemukan solusi atas persoalan – persoalan kebangsaan yang dihadapi di tengah – tengah wabah Covid-19.

Ia juga berharap bahwa dalam kongres ke 20 PMII ini tidak hanya momentum pergantian kepemimpinan organisasi dan bukan juga dijadikan ajang konsolidasi. Namun dirinya berkeinginan agar PMII berikrar untuk menjadi organisasi maju menuju peradaban Indonesia yang baru.

“Perlu saya sampaikan selama 4 tahun di kepimimpinan kami ini, bahwa PMII tidak hanya ada dari Sabang sampai Merauke, namun PMII juga hadir di luar Negeri. Ada di Maroko, Jerman dan Taiwan. Maka dari itu mudah – mudahan kongres ke 20 ini bukan hanya perkara regenerasi dan bukan juga urusan kepemimpinan yang berganti, tapi lebih dari itu bahwa PMII yakin dan mampu memberikan sumbangsih serta kontribusi kepada ibu pertiwi,” Pungkasnya.

Sebelumnya pelaksanaan kegiatan ini dijadwalkan akan terlaksana pada April 2020 lalu, lantaran diakibatkan pandemi Covid-19, akhirnya kegiatan ini tertunda selama satu tahun.

Kegiatan ini dihadiri oleh masing – masing Zona yang telah ditetapkan Pengurus Besar (PB) PMII. Pembagian zona ini sendiri dibagi menjadi 6, yaitu zona terpusat di Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kota Bekasi, Kota Batam, Kendari, dan Lombok.

Zona 1 Pusat terselengara di Kota Balikpapan, kemudian Zona 2 di Kota Samarinda menaungi 4 Provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Kemudian Kota Batam yang menjadi Zona 3 menaungi 9 Provinsi Se Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau – Kepri, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, dan Lampung.

Sedangkan untuk Zona 4 dalam kongres ini adalah Kota Bekasi yang menaungi 4 Provinsi, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Begitu juga dengan Lombok menjadi Zona 5 menaungi 4 Provinsi yaitu Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Dan terakhir adalah Kendari menjadi Zona 6 yang menaungi 10 Provinsi, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Papua, dan Papua Barat. ***

Kategori : Pekanbaru, Peristiwa
wwwwww