Berdalih Terlilit Utang, Wanita Ini Buang Bayi Hasil Hubungan Terlarang saat Suami Jadi TKI di Luar Negeri

Berdalih Terlilit Utang, Wanita Ini Buang Bayi Hasil Hubungan Terlarang saat Suami Jadi TKI di Luar Negeri

Ilustrasi

Senin, 15 Maret 2021 20:37 WIB

JEMBER, POTRETNEWS.com — Kasus perselikuhan akhirnya terkuat berkat kasus pembuangan bayi terjadi di Jember, Jawa Timur pada Jumat (26/2/2021). Pihak kepolisian pun berhasil meringkus wanita berinisial HS dan berumur 37 tahun. HS merupakan pelaku pembuangan sekaligus ibu kandung bayi tak berdosa itu. Diduga bayi itu hasil hubungan cinta terlarang antara HS dengan kekasihnya.

Kasus ini terbongkar bermula dari penemuan bayi di Dam Klampok, Dusun Plalangan, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung. Saat ditemukan, bayi itu menyembul dari tas kresek berwarna merah. Kemudian warga melaporkan penemuan bayi itu ke Polsek Sub Sektor Ajung, dan dilanjutkan ke Polsek Jenggawah. Akhirnya polisi menemukan HS yang diduga sebagai pembuang bayi. HS membuang bayinya tidak lama setelah melahirkan pada 22 Februari 2021, melansir Tribunnews.com.

Tetangga tidak mengetahui HS melahirkan karena dia melahirkan sendiri. Kemudian dia membuang bayi itu ke sungai dekat rumahnya. Awalnya HS berdalih membuang bayinya karena terlilit utang. Padahal suaminya bekerja sebagai TKI di luar negeri selama beberapa tahun terakhir. Belakangan dicurigai, bayi itu merupakan hasil hubungan gelap dengan kekasih HS. Polisi terus mendalami kasus tersebut untuk kepastian motif pembuangan bayi itu.

"Sekarang kasusnya sudah diserahkan ke Unit Pemeriksaan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Jember," ujar AKP Ma'ruf, Kapolsek Jenggawah kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (12/3/2021).

Bayi Perempuan Dibuang Di Depan Kios

Warga Desa Alue Dua Bakaran Batee, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, menemukan bayi perempuan di depan kios milik warga, Selasa (12/1/2021). Bayi itu ditemukan di depan kios milik warga bernama Rizal. Kapolres Langsa, Agung Kanigoro Nusantoro, dalam keterengan tertulisnya, menyebutkan bayi itu diduga berusia 40 hari.

“Diletaklan dalam kardus. Sepertinya orangtuanya berharap agar bayi itu diadopsi si pemilik kios, sehingga dipilih kios warga untuk menempatkan bayi,” kata Kapolres.

Awalnya, bayi itu dilihat warga yang baru pulang dari shalat Subuh. Suara tangis bayi itu membuat warga memeriksa kardus dan ternyata berisi bayi.

“Bayi dibungkus dengan selimut. Badannya basah karena terkena tempias hujan,” kata Kapolres.

Setelah ditemukan, bayi itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Langsa. Menurut dokter kondisi bayi itu sehat. Saat ini, bayi itu dititipkan pada sebuah rumah warga.

“Kasusnya kita dalami. Kita akan periksa semua bidan desa siapa yang melahirkan 40 hari terakhir. Kita harap bisa menemukan orang tuanya,” pungkas Kapolres. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Hukrim
wwwwww