Home > Berita > Umum

Kuburan Berada di Atas Pohon Berusia Ratusan Tahun Jadi Objek Wisata Baru Samosir Sumut

Kuburan Berada di Atas Pohon Berusia Ratusan Tahun Jadi Objek Wisata Baru Samosir Sumut

Kuburan di atas pohon di Tomok, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara akan menjadi magnet bagi wisatawan/MIMBARUMUM.co.id

Kamis, 11 Februari 2021 14:09 WIB
SAMOSIR, POTRETNEWS.com — Ada objek wisata yang unik di Samosir. Yakni, kuburan yang berada di atas pohon di kawasan Lumban Sijabat, Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara (Sumut).
Pemerintah kabupaten (pemkab) setempat menjadikan objek ini menjadi daya tarik agar masyarakat bisa melihat dan mengunjungi keunikan tersebut.

Bupati Samosir, Rapidin Simbolon ketika menandatangani prasasti objek bersejarah itu menyampaikan, kuburan di atas pohon akan menambah objek wisata potensial di Kabupaten Samosir. ”Pasti akan menambah kunjungan wisata domestik maupun luar negeri,” ujar Rapidin, beberapa waktu lalu, dilansir dari mimbarumum.co.id .

Dia berharap agar masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sauduran sebagai pengelola, dapat memberikan pelayanan yang baik dan suguhan budaya bagi para pengunjung objek wisata itu.

Kisahnya, kuburan di atas pohon ini merupakan warisan budaya marga Sijabat. ”Ini makam dari Raja Oppu Siuluan atau Oppung Gasal, anak kesayangan dari Raja Oppu Datu,” jelas Luhut Sijabat sebagai keturunan ke-17 Raja Oppu Datu.

Ia memaparkan, makam itu sudah dibangun kira-kira 450 tahun yang lalu, Raja Oppu Datu membangunnya untuk mengenang anaknya Raja Oppu Siuluan.

Ceritanya, bahwa Raja Oppu Siuluan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan adat istiadat setempat. ”Ia jatuh cinta dengan istri seorang raja,” terang Luhut.

Menurut Luhut, akibat perbuatan yang dinilai bertentangan dengan adat itu, sang Raja melaporkan kepada orangtuanya Raja Oppu Datu. Namun, Raja Oppu Datu tidak percaya atas tuduhan yang disampaikan kepada anak kesayangannya.

Untuk membuktikan kebenarannya, Raja Siopat Ama yakni Sidabutar, Sijabat, Siadari dan Sidabalok bersepakat membuat pengadilan menurut adat Batak.

Ketika itu digunakan senjata sakti Bodil Simadang-adang milik Raja Oppu Datu, dipercaya dapat mengejar orang yang dinyatakan bersalah.

Karena kesaktian senjata ”bodil simadangadang”, peluru dari bodil (senjata; red) itumengenai Raja Oppu Siuluan walaupun dia telah bersembunyi.

Maka untuk mengenang kematian anak kesayangannya, Raja Oppu Datu memerintahkan untuk melaksanakan sebuah acara pemakaman.

Raja Oppu Siuluan dikubur dalam sebuah peti batu, di sekitarnya ditanami pohon hariara. Sekitar 350 tahun yang lalu, tumbuh pohon bintatar dan jajabi di dekat peti. “Seiring berjalannya waktu, peti tersebut terangkat di atas ketiga pohon itu,” tutur Luhut.

Luhut yang juga Ketua Pokdarwis Sauduran mengatakan, lokasi objek wisata yang unik itu langsung bisa ditempuh setelah menyeberang dari Ajibata. ”Sangat mudah akses ke lokasi,” pungkasnya. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Umum
wwwwww