Direktur LBH Pekanbaru: Jika Benar JPU Salah Ketik Tuntutan, Akan Jadi Catatan Buruk bagi Kejari

Direktur LBH Pekanbaru: Jika Benar JPU Salah Ketik Tuntutan, Akan Jadi Catatan Buruk bagi Kejari

Ilustrasi/INTERNET

Senin, 01 Februari 2021 15:37 WIB
Rachdinal

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekanbaru, Andi Wijaya mengatakan jika benar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru melakukan salah ketik dalam tuntutan terdakwa Abdul Kadim Kaban (43) yang divonis telah melakukan tindak pidana merusak lahan, maka akan jadi catatan buruk bagi kejari setempat.

”Kalau salah ketik itu sangat ceroboh. Jika JPU memang benar ada salah ketik tentu menjadi catatan buruk bagi kejari,” kata Direktur LBH Pekanbaru, Andi Wijaya kepada potretnews.com, Senin (1/2/2021).

Selain ceroboh, Andi Wijaya juga menilai bahwa jika memang benar kejadian salah ketik dalam tuntutan ini, JPU juga dianggapnya tidak teliti.

“JPU tidak teliti, sebab hukum pidana berkaitan dengan nyawa seseorang dan hak hidup seseorang. Jika ada kesalahan dalam pengetikan itu adalah hal yang sangat ceroboh dan harusnya jaksanya diperiksa oleh pengawas kejaksaan,” ujarnya.

Sementara itu, istri terdakwa (Kaban) membeberkan kepada potretnews.com (1/2/2021) bahwa sebelumnya pihak penasihat hukum sang suami menghubungi dirinya sambil memberitahu kalau JPU akan melakukan banding, sebab JPU ada kesalahan ketik di surat tuntutan.

“Kuasa hukum suami saya sebelumnya ada menghubungi melalui chat WhatsApp dengan berkata 'Iya buk tidak apa-apa, tapi semalam jaksa katanya mau banding karena dia salah ketik surat tuntutanya yaitu 2 tahun 6 bulan, terbuat 2 tahun 2 bulan, jadi kalau saran saya, kalau jaksa banding kita juga harus banding',” tutur istri Kaban saat dihubungi potretnews.com melalui sambungan telepon.

Namun Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Pekanbaru, Robi Harianto tatkala dikonfirmasi potretnews.com berkukuh jika JPU tidak ada melakukan salah ketik dalam surat tuntutan dan pihaknya tetap akan melakukan banding.

“Kalau kita tetap pada tuntutan kita, jika diputus di bawah tuntutan kita, jaksa banding. Enggak ada salah ketik,” terangnya. ***

Kategori : Pekanbaru, Hukrim
wwwwww