Baru Sebulan Menikah, Mantan Ketua Umum PB HMI Mulyadi dan Istri Ada dalam Daftar Penumpang Sriwijaya Air yang Hilang Kontak

Baru Sebulan Menikah, Mantan Ketua Umum PB HMI Mulyadi dan Istri Ada dalam Daftar Penumpang Sriwijaya Air yang Hilang Kontak

Mantan Ketua Umum PB HMI, Mulyadi beserta istrinya, Makrufatul Yeti Srianingsih/INTERNET.

Sabtu, 09 Januari 2021 19:18 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com — Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Mulyadi Tamsir, menjadi salah satu penumpang di dalam pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak. Mulyadi merupakan orang nomor satu HMI periode 2015/2017.
Mulyadi naik pesawat rute Jakarta—Pontianak tersebut bersama istrinya, Makrufatul Yeti Srianingsih. Mereka baru menikah sebulan lalu, tepatnya 20 November 2020 di Pontianak. Nama keduanya tertera dalam daftar manifest penumpang yang beredar di kalangan wartawan.

"Info yang saya terima beliau penumpang pesawat itu," kata Ketua Umum PB HMI Arya Kharisma Hardy ketika dihubungi, Sabtu (9/1/2021).

Mantan Ketua Umum PB HMI Arief Rosyid juga menyampaikan informasi tersebut. Menurut Rosyid, Mulyadi sempat melakukan tes swab PCR di klinik miliknya, Medilab, pada 7 Januari lalu.

"Kami lagi coba kontak enggak ada yang masuk. Kemarin memang tes PCR sebelum berangkat di klinik saya," kata Rosyid, melansir dari tempo.co.

Rosyid mengatakan Mulyadi adalah Ketua Umum PB HMI yang terpilih setelah dirinya. Pada 20 November 2020 lalu, kata dia, Mulyadi baru saja melangsungkan pernikahan dengan Makrifatul Yeti Srianingsih.

Akad dan resepsi pernikahan mereka digelar di Meranti Ballroom, Mercure Hotel, Pontianak. Rosyid mengirimkan fotonya bersama kedua mempelai. "Saya menuju ke Soekarno-Hatta. Semoga masih selamat, mohon doanya," kata Rosyid.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak pada pukul 14.40 WIB tadi. Pesawat Boeing 737-500 dengan nomor penerbangan SJ182 itu terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta menuju Bandara Supandio, Pontianak. Saat ini Basarnas bersama sejumlah tim tengah melakukan pencarian di perairan Kepulauan Seribu. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Peristiwa
wwwwww