Sempat Didiamkan karena Ketakutan, Ustaz di Kampar Dianiaya, Korban Dipijak dengan Sepatu di Dalam Musala dan Jenggotnya Ditarik
![]() |
Ilustrasi/INTERNET |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Penganiayaan terhadap ustaz tak hanya terjadi di daerah lain. Di Riau, peristiawa serupa juga dialami seorang pendakwah bernama Sutrio. Pria ini salah satu pengajar di pondok pesantren yang berlokasi di Jalan Garuda Sakti Km 6, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.
Penganiayaan ini terjadi kira-kira satu pekan lalu. Sutrio beserta pengurus pondok sengaja tidak membuka kasus ini ke luar dikarenakan ketakutan. Ketakutan ini dikarenakan pelaku adalah salah seorang pimpinan ormas di wilayah tersebut, sementara pengurus pesantren merasa sebagai ”pendatang”. Sehingga, mereka tidak berani bercerita kepada siapa pun di luar.Tak hanya dipukul, pelaku yang berinisial A juga memaksa para pengurus pesantren untuk menutup pondok pesantren yang dibuka gratis untuk orang-orang miskin dan anak yatim tersebut. Ini membuat pengurus pesantren semakin tertekan.Kasus pemukulan yang melibatkan 6 orang ini baru terungkap dalam pertemuan majelis tablig. Saat itu seorang ustaz di Garuda Sakti Km 7, As'ad mendapatkan informasi adanya dua orang ustaz yang dipukul saat berada di dalam musala.”Waktu itu saya pergi ke markas tablig. Salah seorang wali murid di pesantren itu numpang dengan mobil saya, di dalam mobil dia cerita bahwa ada dua ustadz dipukul di km 6. Pelaku membanggakan diri bahwa mereka berasal dari ormas tertentu,” kata As'ad, Senin (9/11/2020), melansir GoRiau.com.Akham Sophian

























