Home > Berita > Umum

Mengharukan, Bocah Ini 5 Tahun Hidup di Jalanan demi Cari Ibu yang Meninggalkannya sejak Berusia 8 Bulan

Mengharukan, Bocah Ini 5 Tahun Hidup di Jalanan demi Cari Ibu yang Meninggalkannya sejak Berusia 8 Bulan

Muhammad Ghifari Akbar.

Kamis, 05 November 2020 17:19 WIB
GARUT, POTRETNEWS.com — Kisah tentang anak mencari ibu kandung, yang telah meninggalkannya lebih dari 15 tahun sungguh mengharukan. Muhammad Ghifari Akbar (16), remaja yang fotonya viral saat sedang membaca Alquran di emperan toko Jalan Braga, Bandung, ternyata sudah 5 tahun lebih mencari ibunya yang pergi mencari kerja di Arab Saudi.
"Ibunya pergi mau kerja ke Arab sejak usia Akbar 8 bulan dan kakaknya usia 18 bulan," jelas nenek Akbar, Uti (71), saat ditemui di rumahnya di Kampung Sodong, Kelurahan Muarasanding, Kecamatan Garut Kota, Kamis (5/11/2020) pagi.

Sejak itu, Akbar tak pernah lagi bertemu dengan sang ibu yang bernama Siti. Setelah ditinggal ibunya, menurut Uti, Akbar sempat tinggal bersama paman dari ayahnya di Singajaya, Garut. Setelah ayahnya menikah lagi, Akbar sempat tinggal bersama orang tuanya di rumah yang tidak jauh dari neneknya.

Namun, tidak lama kemudian Akbar minta untuk tinggal di rumah Uti, karena merasa tidak nyaman di rumah ayahnya. Setelah itu, Akbar memilih pergi dari rumah neneknya dan berhenti sekolah. "Awalnya suka ngamen, tapi gitarnya dirampas orang," katanya. Setelah keluar sekolah, Akbar pun makin tidak betah di rumah.

Sejak itulah Akbar memulai melancong ke berbagai kota, mulai Bantul Yogyakarta, Lampung hingga terbaru ke Kota Bandung. Di Kota Bandung inilah Akbar terfoto tengah mengaji di emper toko Jalan Braga.

”Saya hanya bisa pesan jangan tinggalkan lima waktu (shalat) dan baca Quran biar selamat di mana pun,” kata Uti, melansir Kompas.com.

Amanah dari nenek dan ayahnya ini dipegang kuat oleh Akbar. Setiap kali mengembara, ia selalu bawa bekal sarung dan Alquran. Dengan bekal itu, Akbar merasa tak pernah takut dan khawatir ke mana pun pergi.

”Kalau lapar di jalan nggak punya uang, saya ngaji saja, fokus sampai lapar hilang," katanya. Akbar tidak ingat pasti sejak kapan dirinya mulai hidup di jalanan.

Yang pasti, selama hidup di jalanan, ia tidak pernah hidup seperti anak lainnya yang bernasib serupa. Akbar memilih masjid untuk tempat istirahat. Jika tidak ada masjid, ia mencari tempat yang dianggapnya nyaman.

Akbar tak pernah mau mengingat-ingat pengalamannya selama hidup di jalanan. Namun, ketika ditanya soal kerasnya hidup di jalanan, Akbar mengaku pernah dipalak oleh rekannya. Namun, ia tidak pernah melawan. ”Kasih aja, itu mungkin rezekinya dari situ, biarin aja," katanya.

Setelah lima tahun lebih mengembara dan menggelandang demi mencari ibu, Akbar pun menyerah. Kini ia mengaku sudah tak lagi ingin bertemu perempuan yang melahirkannya. ”Biarin aja, kalau mau ketemu ya datang ke sini aja, kalau masih ingat," katanya menahan emosi.

Ingin belajar di pesantren
Akbar mengaku akan berhenti hidup di jalanan dan menempuh pendidikan di pondok pesantren yang sudah lama ia idamkan.

Apalagi, setelah foto dirinya viral di media sosial, banyak yang menghubunginya, termasuk seseorang yang mengaku utusan dari Pondok Pesantren Ustaz Yusuf Mansyur. "Saya mau mesantren sekarang, memang sudah lama ingin masantren, tapi yang deket dari Garut aja," katanya.

"Saya nggak punya cita-cita, tapi sejak kecil berniat ingin bikin pesantren sendiri, itu niat dari kecil," katanya.

Makmun Gunawan, pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dari Bidang Pendidikan Nonformal melihat, keinginan Akbar untuk belajar di pondok pesantren adalah niat bagus yang harus didukung. Pihaknya pun menyarankan Akbar mengikuti ikut program paket.

"Bagus kalau mau bikin pesantren sendiri, tinggal nanti sambil masantren ikut program paket agar punya ijazah juga,” ujarnya. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Umum
wwwwww