Hari Kesehatan Mental Sedunia 2020; Pentingnya Sikap Peduli terhadap Diri Sendiri

Hari Kesehatan Mental Sedunia 2020; Pentingnya Sikap Peduli terhadap Diri Sendiri

Ilustrasi/INTERNET

Sabtu, 10 Oktober 2020 18:47 WIB
Gusti Herniyah

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Masalah kesehatan mental tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, tetapi dapat terjadi pada masa remaja. Data yang pernah dirilis WHO, bahwa perilaku bunuh diri merupakan penyebab kematian nomor dua tertinggi berada rentang usia 15-29 tahun (2012).

Salah satu kiat bagi para remaja agar dapat menjaga kesehatan mental dengan mudah, yaitu diawali dengan peduli terhadap diri sendiri. Usaha yang bisa dilakukan untuk dapat memahami kesehatan mental remaja adalah mengamati kembali tugas-tugas perkembangan setiap fase.

Pernyataan itu disampaikan Dosen Psikologi Ahli Psikologi Kognitif Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Liliza Agustin, saat dimintai pendapat kesehatan mental remaja terkait Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diperingati setiap 10 Oktober.

”Para remaja ini perlu didukung untuk menuntaskan tugas-tugas perkembangannya. Misalnya saat mulai menjajaki identitas diri, mulai mempersiapkan diri untuk orientasi masa depannya. Artinya remaja mempersiapkan dirinya untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Jika hal ini dilakukan maka remaja ini akan banyak disibukkan dengan tugas-tugas perkembangan, artinya remaja hanya menghabiskan waktu dengan tugas-tugas sesuai dengan usia perkembangannya," katanya kepada potretnews.com, Sabtu (10/10/2020).

Liliza menguraikan, secara garis besar ada tiga faktor yang menyebabkan remaja mengalami gangguan kesehatan mental, yaitu; faktor biologis atau disebut gangguan mental organik, faktor sosial lingkungan sosial remaja, dan faktor psikologis yang bisa didapat dari peristiwa traumatik.

”Faktor biologis itu di antaranya gangguan pada fungsi sel saraf di otak, Infeksi, misalnya akibat bakteri _streptococcus_. Faktor psikologis seperti kekerasan dan pelecehan seksual. Kehilangan orang tua atau disia-siakan di masa kecil, hal ini terkait dengan pola pengasuhan orang tua. Dan faktor sosial di antaranya remaja rentan depresi akibat mengalami cyberbullying di jejaring sosial,” ujar Liliza. *1

Kategori : Pekanbaru, Umum
wwwwww
www.amsi.or.id