Home > Berita > Riau

Bahaya Terorisme Disosialisasikan FKPT Riau lewat Ngopi Coi

Bahaya Terorisme Disosialisasikan FKPT Riau lewat <i>Ngopi Coi</i>

Suasana kegiatan tangkal terorisme, Kamis (1/10/2020) di Hotel Grand Zuri Pekanbaru.

Kamis, 01 Oktober 2020 16:35 WIB
Rachdinal

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Riau bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar kegiatan tangkal terorisme, Kamis (1/10/2020) di Hotel Grand Zuri Pekanbaru.

Beragam elemen terlihat hadir pada acara ini. Mereka antara lain; Dewan Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Willy Pramudya, Kasi Materi Pembinaan Lapuster BNPT Andri Taufik, lurah, aparatur kelurahan/desa, babinsa, dan Babinkamtibmas se-Pekanbaru.

Ketua FKPT Riau, Dinawati mengatakan kegiatan yang bertajuk Ngobrol Pintar Orang Indonesia (Ngopi Coi) tujuannya adalah memberikan pemahaman kepada peserta yang turut hadir agar mengetahui dampak negatif dari internet yang berpotensi digunakan teroris untuk menyebarkan paham radikal kepada masyarakat.

”Ya mudah-mudahan FKPT Riau sebagai perpanjangan tangan dari BNPT bisa terbantu dengan hadirnya beberapa aparatur kelurahan/desa dan aparat keamanan dalam kegiatan ini. Sebab mereka (teroris) saat ini menyebarkan paham-pahamnya itu lewat media sosial,” katanya dalam sambutan.

Dinawati juga berharap, literasi informasi ini dapat menjadi satu penguatan untuk peningkatan kapasitas pemerintah, aparat penegak hukum dan masyarakat dalam mencegah penyebaran faham dan gerakan intoleransi, radikalisme dan terorisme lewat media sosial.

Selain itu, Kasi Materi Pembinaan Lapuster BNPT Andri Taufik menyebutkan bahwa indonesia saat ini adalah pengguna media online maupun offline terbesar sehingga mudah membuat ruang tersendiri untuk mereka menyebarkan paham radikal dan teroris lewat media sosial.

”Pengguna media sosial yang tinggi merupakan tantangan dan ancaman nyata bagi keutuhan NKRI, karena media sosial dijadikan alat yang efektif dalam penyebaran konten radikal. Di satu sisi menjadi peluang emas untuk intensifikasi penyebaran konten kontra-radikal,” ucapnya.

Di sisi lain, Dewan Etik AJI Willy Pramudya meminta agar media berita online atau media cetak serta jurnalisnya harus mampu sebagai penyeimbang informasi dalam menangkal berita hoax atau berita yang memuat ajaran radikalisme dan akhirnya membuat provokasi ditengah-tengah masyarakat.

”Saya berharap media mainstream dan jurnalisnya bisa berperan penting dalam menangkal penyebaran paham radikal dengan memuat narasi balik terhadap berita hoax yang telanjur tersebar. Sehingga masyarakat bisa memilah informasi yang diterimanya agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong,” ujar Willy. ***

Kategori : Riau, Umum
wwwwww
www.amsi.or.id