Mendagri Tegur Keras 51 Kepala Daerah karena tak Patuhi Protokol Kesehatan saat Pendaftaran Pilkada
![]() |
Ilustrasi/INTERNET |
JAKARTA, POTRETNEWS.com — Kementerian Dalam Negeri akhirnya memberikan teguran kepada 51 kepala daerah dan wakilnya terkait adanya kerumunan massa saat pendaftaran calon peserta Pilkada 2020 yang berpotensi menjadi kluster baru Covid-19. Hal itu setelah mendapat pemberitaan luas dan kritikan.
Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri, Akmal Malik, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Senin (7/9/2020) menyatakan, teguran itu diberikan kepada 51 kepala daerah karena ”tidak mematuhi protokol kesehatan”.”Mendagri sudah tegur keras sebanyak 50 bupati/wakil bupati dan wali kota dan wakil wali kota," kata Akmal Malik, seperti dilaporkan bbc.com yang melansir Kompas.com.Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam pidato pengantar sidang kabinet paripurna, Senin (7/9), memerintahkan Menteri Dalam Negari dan pihak-pihak terkait untuk menindak tegas terkait kerumunan selama penyelenggaraan Pilkada 2020.”Saya minta pak Mendagri urusan yang berkaitan dengan pilkada ini betul-betul ditegasi betul, diberikan ketegasan betul," kata Joko Widodo. Presiden juga meminta kepolisian untuk bertindak tegas terhadap kerumunan massa selama pilkada.Akham Sophian

























