Inilah Asner Silalahi, Cawalkot Tunggal Pilkada Pematangsiantar yang Borong Semua Parpol hingga Petahana Tak Bisa ”Berlayar”
![]() |
Asner Silalahi (depan) dan Susanti Dewayani saat hendak mendaftar ke parpol, beberapa waktu lalu/HETANEWS.com |
PEMATANGSIANTAR, POTRETNEWS.com — Bakal pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut), Asner Silalahi-Susanti Dewayani resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Jumat (4/9/2020) siang.
Pasangan yang disingkat ”Pasti” (Pasangan Asner dan Susanti) datang ke kantor KPU diantar 8 pimpinan partai politik (parpol) pendukung yang memiliki seluruh kursi di DPRD dengan total sebanyak 30.Dengan demikian, hampir dipastikan keduanya menjadi calon tunggal di Pilkada Kota Pematangsiantar yang akan berhadapan dengan kotak kosong.Lalu siapakah Asner Silalahi hingga seorang petahana, Hefriansyah pun tak kebagian tiket untuk berlayar? Berikut profilnya yang dilansir potretnews.com dari Tagar.id.Asner merupakan seorang birokrat yang telah malang melintang dalam urusan pembangunan daerah tertinggal atau proyek nasional di beberapa daerah di Tanah Air.Rasa cinta Asner pada kota kelahirannya memang tak bertepi. Meski tinggal di Papua yang terpaut jauh, Asner selalu menyempatkan kembali ke Pematangsiantar untuk mengenang masa kecil.”Siantar ini sangat nyaman, kota toleran. Makanya walau saya tugas di Papua kalau ada waktu luang saya selalu pulang. Saya selalu rindu duduk di depan rumah ini dan mengenang masa kecil di Siantar. Itu selalu saya rindukan," sebutnya.Sejak awal Asner mengaku tidak pernah berpikir untuk maju menjadi Wali Kota Pematangsiantar. Niat itu baru terbersit pada 2016, karena merasa terpanggil membangun kota kelahiran.Dengan tagline membangun infrastruktur yang andal, Asner berkata kemampuan, pengalaman dan jaringan yang dimilikinya ingin dia pergunakan membawa Pematangsiantar pada perubahan yang lebih baik.”Awalnya tidak ada niat. Sampai saya pulang dan melihat kemajuan Siantar yang stagnan. Kenapa saya bangun kota orang lain sementara kota kelahiran saya tak berjalan baik.Saat itu saya mulai berpikir saya harus bekerja untuk Siantar," tutur ayah tiga anak itu. ”Siantar itu kota transisi, letaknya strategis, sejuk dan nyaman. Namun sekarang banyak bangunan mangkrak, macet, banjir. Ini ada yang keliru dan harus diperbaiki. Kita harus bekerja sama, karena pemimpin tidak dapat tidur jika masyarakatnya dalam masalah," ungkap Asner.Bantah Borong Parpol Karena Uang
Tak main-main, Asner dan Susanti mendapat dukungan full dari delapan partai yang memiliki 30 kursi di DPRD. Atas hal itu Asner berpeluang menjadi kandidat tunggal di pilkada mendatang.Asner mengatakan, keberhasilan mendapatkan rekomendasi dari delapan partai bukan karena besarnya finansial yang dimilikinya. Katanya, hal itu murni penilaian objektif partai. "Tidak benar karena itu. Uang, saya tidak banyak. Tidak mungkin dapat borong semua pakai uang.Saya punya cara pendekatan, serius mengikuti tahapan, punya visi misi membangun Siantar. Partai melihat kandidat dengan objektif tentunya," terangnya.Idolakan Risma
Ternyata Asner mengidolakan sosok Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai inspirasinya. Asner yang menyelesaikan magister di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya terpukau atas penataan Kota Surabaya yang apik, dan menawan di tangan kader PDI Perjuangan itu.”Saya terinspirasi dengan Bu Risma. Dia bisa bangun itu Surabaya rapi, tertata, dengan berbagai sarana di ruang publik. Saya ingin Siantar seperti itu juga," ungkapnya. Hal itu pula yang mendasari dirinya berpasangan dengan Susanti Dewayani.Menurutnya, Susanti melengkapi langkah menyusuri pertarungan politik pada 9 Desember mendatang. "Makanya saya pilih wakil saya Bu Susanti, seorang perempuan yang memiliki naluri keibuan. Apalagi dia seorang dokter, mudah-mudahan jika diizinkan, kami akan fokus melakukan pencegahan Covid-19 di Siantar,” tuturnya. ***/RiauEditor:
Akham Sophian

























