Home > Berita > Umum

Kelakuan Sejumlah Kades di Sebuah Daerah Terbongkar, Berhari-hari Sewa PSK Cantik Setiap Dana Desa Cair

Kelakuan Sejumlah Kades di Sebuah Daerah Terbongkar, Berhari-hari Sewa PSK Cantik Setiap Dana Desa Cair

Gambar hanya ilustrasi/INTERNET

Sabtu, 15 Agustus 2020 12:21 WIB

SULAWESI SELATAN, POTRETNEWS.com — Bukannya menjaga amanah rakyat yang telah memilih dan fokus menjalankan tugas sesuai aturan, sejumlah oknum kepala desa atau kades ternyata doyan daun muda.

Kedok mereka terbongkar setelah mahasiswi yang dikenal ”ayam kampus”' ditangkap. Wanita muda ini membongkar borok sejumlah kepala desa di Sulawesi Selatan.

Mahasiswi tersebut mengaku sering dibooking kepala desa menggunakan dana desa. Tidak sekali dua kali, namun sejumlah kepala desa itu rutin membooking mahasiswi itu sekali enam bulan. Sekali booking kadang sampai tiga hari.

RH, mahasiswi cantik ini mengaku telah menjadi langganan seorang kepala desa. Parahnya, mahasiswi ini menyebut sang kepala desa menggunakan jasanya setiap dana desa cair. Wanita berusia 20 tahun ini mengaku tetap menjajakan diri di tengah pandemi Covid-19 melalui aplikasi MiChat.

RH Blak-blakkan, bahwa pelanggannya mulai dari oknum pejabat hingga pengusaha. Bahkan, ada pula oknum kades tetap rutin mem-booking RH. Mahasiswi RH selalu melayani nafsu berahi para oknum kepala desa. Ia bahkan berhari-hari melayani satu oknum kepala desa.

”Pakde (kepala desa) kadang sekali datang dalam enam bulan. Kalau datang kadang kita dibooking tiga hari, sehabis pencairan gaji (dana desa),” ujar RH kepada awak media sebagaimana dikutip dari tribunnews.com yang melansir antvklik.com.

Gadis bertubuh mungil yang mengaku mahasiswi semester lima di salah satu kampus di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, itu mengaku bahwa pelanggannya ada dari beberapa kabupaten.

”Ada beberapa, kebanyakan dari kabupaten kalau desa. Nggak usah saya sebutkan alamatnya,” ujarnya. Selama Covid-19 dirinya pun sepi pelanggan lantaran adanya larangan melakukan perjalanan lintas daerah. ”Ada juga yang nekat datang, tapi hanya satu atau dua orang,” jelasnya. ***/Riau

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Umum
wwwwww
www.amsi.or.id