Bedanya Anak-Anak Bengkalis dengan Anak-Anak Sumbar di Mata Juara II MTQ Nasional 2018
![]() |
Ahmad Alifuddin saat diwawancarai potretnews.com, Rabu (5/8/2020). |
BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Meskipun, seorang Ahmad Alifuddin tidak memiliki nama besar, tapi dia pahlawan karena pernah menjadi juara II Cabang Syarhil Quran pada MTQ Nasional tahun 2018 lalu di Sumatera Utara.
Bersama 2 rekannya, Syaibatul Hamdi (Bengkalis) dan Navri (Siak), remaja sedikit tambun yang merupakan alumni Pondok Modern Nurul Hidayah (PMNH) Bantan, Kabupaten Bengkalis ini sekarang menjadi guru honorer di salah satu pesantren di Sumatera Barat.”Menurut saya, anak-anak di Sumatera Barat itu lebih mandiri karena mereka dikenalkan dengan adat Minangkabau. Sedangkan, sangat disayangkan (di mata saya), orang-orang tua di sini kurang memberikan pendidikan adat kepada anak-anaknya, maksudnya sikap-sikap dan tradisi kita. Inilah perbedaan anak-anak sana dengan anak-anak kita," kata Ahmad Alifuddin kepada potretnews.com, Rabu (5/8/2020) kemarin.Menurut ustaz yang akrab disapa Alif yang mengikuti acara khitanan massal tajaan Lingkar Muda Kreatif (LMK) dan dirinya sebagai anggota ini, agar anak-anak Bengkalis menjadi generasi yang lebih baik.”Orang tua harus memberikan pendidikan, yakni pendidikan adab, akhlak yang dibentuk terhadap anak-anak kita," sebutnya. Dia menyebut, pesantren tempatnya mengajar tidak ada kegiatan serupa ini karena pesantren kan lembaga pendidikan, terkhusus bagaimana pendidikan secara umum berjalan. Yang paling penting, di pesantren itu membentuk karakter diri anak-anak (santri, red).
























